Cara Menulis Novel Bagi Pemula Langkah Demi Langkah


Menulis novel bisa jadi merupakan impian banyak orang. Mungkin salah satunya adalah kamu. Sebab selain menyenangkan, tentu ada perasaan bahagia bila karyamu dapat diterbitkan. Jika mungkin malah dibaca banyak orang dan kemudian masuk dalam jajaran novel best seller.

Tetapi kebanyakan dari keinginan itu hanya sebatas keinginan saja. Banyak yang tidak kunjung memulai menulis novelnya sendiri. Alasannya beragam, yang paling sering adalah “saya seorang pemula, tidak tahu bagaimana caranya menulis novel” .

Jika sudah begini maka akan sulit untuk memulai menulis novel. Bahkan untuk membuat beberapa kalimat pembuka saja tidak ada gambaran. Namun jangan khawatir, di sini akan dibahas langkah demi langkah cara menulis novel bagi pemula.

Sebelum memulai menulis novel pertamamu, ada enam tahap yang perlu dilalui. Tahapan tersebut dikelompokkan menjadi tiga proses utama.

1. Proses Awal Menulis Novel

Proses yang satu ini sangat penting dan krusial baik bagi pemula maupun penulis novel senior. Sebab proses ini merupakan pondasi dasar dalam menulis novel. Sama seperti pondasi pada umumnya, tentu haruslah kuat.

Tujuannya agar novel yang diterbitkan nantinya dapat berkesan dan dinikmati pembacanya. Sebab tugas seorang penulis adalah berbagi perasaan pada pembacanya. Jika perasaan itu tersampaikan, maka pembaca akan hanyut dalam cerita di dalamnya.

Proses awal dalam penulisan novel dibagi dalam dua tahap. Tahap pra penulisan dan penyusunan kerangka novel.

Tahap Pra Penulisan Novel

Pada tahapan yang satu ini penulis wajib menggali ide dan menentukan tema. Ide adalah gambaran umum tentang cerita yang ingin ditulis. Sedangkan tema lebih spesifik lagi.

  • Novel yang bagus tidak harus mempunyai ide yang original. Ide mainstream dan ide daur ulang juga bisa dipakai. Contohnya cerita cinta segitiga, persahabatan dan impian.
  • Pastikan tema novelmu jelas. Tema bisa satu unsur atau gabungan dari beberapa unsur. Contohnya cerita percintaan anak basket dengan bintang kelas. Bisa juga horor percintaan antara gadis pemburu vampir dan lelaki berdarah campuran.
  • Jika masih bingung tentang ide dan tema, kamu bisa mencari rujukan dari buku-buku yang sejenis. Contohnya untuk ide dan tema cinta segitiga, persahabatan dan impian bisa merujuk pada novel Winna Efendi.

Penyusunan Kerangka Novel

Setelah mendapatkan ide dan tema yang pas, selanjutnya kamu bisa menyusun kerangka novelmu.

Karakter/Penokohan

  • Ciptakan karakter yang unik dalam novelmu. Karakter yang unik bisa membuat pembaca penasaran. Sehingga dapat memancing pembaca untuk terus mengikuti alur cerita di dalamnya.
  • Tulis secara detail mulai dari nama, jenis kelamin, ciri fisik, kepribadian, kebiasaan, hobi dan hal-hal detail lainnya.
  • Tentukan posisi masing-masing karakter. Siapa yang protagonis, antagonis, atau penengahnya. Mana karakter utama, karakter pendukung, atau figuran.
  • Terakhir dan paling penting adalah karakter haruslah manusiawi dan rasional.

Sudut Pandang/Point of View

  • Tentukan sudut pandang cerita yang akan kamu ambil. Perhitungkan secara matang tingkat keluwesannya.
  • Sudut pandang yang kamu ambil harus dapat menggambarkan adegan-adegan dalam novelmu secara apik.
  • Kamu bisa menggunakan satu atau lebih sudut pandang. Namun ada baiknya pilih satu saja yang paling cocok dengan ceritamu.

Alur/Plot

  • Pada dasarnya, hampir semua cerita menggunakan tiga plot dasar. Plot maju, plot mundur, atau gabungan antar keduanya.
  • Masing-masing plot mempunyai kekuatan penggambaran tersendiri. Maka unsur yang satu ini akan menentukan kemana arah ceritamu dibawa.

Konflik dan Ending

  • Dalam cerita yang kamu buat haruslah terdapat konflik di dalamnya. Konflik yang bagus dimulai dengan percikan kecil, kemudian membesar dan memuncak.
  • Hindari konflik yang dipaksakan. Konflik yang dipaksakan akan merusak alur dan akhir cerita. Buatlah senatural mungkin.
  • Jangan lupa siapkan juga ending yang tepat untuk mengakhiri cerita. Hindari ending yang klise, akan lebih baik jika ending juga dibuat senatural mungkin.
  • Gunakan akhir yang jelas untuk novel tanpa seri. Sebaliknya, ciptakan akhir yang mengantung untuk novel seri yang akan kamu tulis.

2. Proses Menulis Novel

Akhirnya kamu tiba pada proses yang paling ditunggu-tunggu. Proses menulis naskah pertamamu.

Setelah proses awal dan seluruh tahapannya sudah kamu lakukan, kamu berhak untuk maju ke proses yang penting ini. Sebab 60% syarat sudah kamu penuhi. Selanjutnya tinggal mewujudkannya dalam bentuk naskah.

Proses penulisan novel juga dibagi dalam dua tahap. Tahap drafting dan tahap editing.

Tahap Drafting

Drafting merupakan tahapan utama dalam menulis novel. Sebab tanpa melakukan tahap ini, kamu hanya akan berakhir pada angan-angan saja. Ide yang sudah terbangun bisa menguap dengan cepat kapan saja. Jadi jangan buang kesempatanmu dan lakukan sekarang juga.

  • Mulailah dari kalimat pembuka yang apik dan mengundang rasa penasaran. Bisa dimulai dengan deskripsi atau langsung pada konflik.
  • Gunakan diksi yang sesuai dengan cerita yang ingin kamu bangun. Jangan memaksakan diksi yang berlebihan. Pilih dan rangkai senatural mungkin.
  • Tentukan saat yang tepat untuk menutup paragraf lama dan membuka paragraf baru.
  • Bagi cerita dalam novelmu kedalam beberapa penggalan cerita atau chapter. Tidak perlu banyak-banyak, asalkan cerita bisa tersampaikan, sedikit juga tidak masalah.
  • Sematkan catatan kaki pada istilah-istilah khusus dalam novelmu. Tujuannya agar cerita tidak melebar dan pembaca memahami istilah tersebut.

Tahap Editing

Setelah naskah selesai ditulis, periksa kembali naskahmu. Bila perlu cetak naskahmu agar lebih mudah dikoreksi. Siapkan spidol berwarna untuk memberi tanda dan catatan.

  • Pastikan penulisan naskah sesuai dengan aturan EYD.
  • Buang atau perbaiki kata atau kalimat yang tidak efektif.
  • Ulangi beberapa kali sampai dirasa sudah cukup dikoreksi.
  • Lakukan perbaikan pada naskah yang sudah dikoreksi tadi.
  • Koreksi ulang naskah yang sudah diedit tadi. Jika dirasa sudah cukup maka naskahmu siap menuju proses dan tahapan berikutnya.

3. Proses Akhir Menulis Novel

Pada proses ini jantungmu akan dibuat deg-degan. Pertanyaan-pertanyaan kecil mulai timbul dan tenggelam di pikiranmu. Rasa campur aduk dan sensasi aneh perlahan mulai kamu rasakan.

Sebentar lagi novelmu akan masuk proses penyempurnaan dan tahap finishing. Namun bukan berarti naskahmu sudah mendapat jaminan pasti. Karena bagian ini biasanya dapat berkebalikan seratus delapan puluh derajat.

Proses akhir penulisan novel dibagi dalam dua tahap. Tahap proofreading dan tahap pengiriman naskah.

Tahap Proofreading

Proofreading adalah tahapan dimana naskah novelmu dinilai. Tujuannya untuk mendapatkan tanggapan, kritik, dan saran dari pembaca.

  • Sebaiknya cari proofreader yang bisa kamu andalkan dalam hal ini.
  • Cobalah minta orang terdekatmu untuk memberi penilaian. Misalkan keluargamu, sahabat, atau bahkan teman editor.
  • Minta mereka untuk membuat catatan kecil tentang testimoni mereka.
  • Kumpulkan semua testimoni tersebut dan simpulkan.
  • Jika dirasa ada yang perlu dibenahi maka lakukan. Jika tidak lewati saja.

Tahap Pengiriman Naskah

Tahap ini bisa dikatakan adalah tahap pamungkas. Tahap dimana kamu akan mengirimkan naskahmu pada penerbit. Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dengan serius disini.

  • Pilih penerbit yang sesuai dengan jenis naskahmu. Tujannya agar naskahmu berpeluang besar diterbitkan.
  • Baca aturan pengiriman nasakah dan taati syarat yang disebutkan oleh penerbit tersebut.
  • Susun dengan rapi naskahmu. Bila perlu sudah dalam bentuk layout yang enak untuk dibaca.
  • Kirim sesuai petunjuk dan pastikan naskahmu sampai di meja redaksi.
  • Siapkan mentalmu kalau-kalau naskahmu diterima atau justru mendapat penolakan.

Bagaimana? Sudah dapat gambaran jelas tentang menulis novel bagi pemula? Jika sudah, lalu tunggu apalagi. Segera tulis, kurasi, dan terbitkan naskahmu.

PS: Jika kamu mengalami beberapa kendala, ada yang kurang jelas, atau apa pun yang ingin ditanyakan, sila buka obrolan melalui kontak kami.

970 thoughts on “Cara Menulis Novel Bagi Pemula Langkah Demi Langkah”

  1. selamat sore, saya saidah dari semarang. saya mau menanyakan kalau semial menulis pengalaman pribadi yang sedang berjalan. apakah sama ? terimakasih

    Reply
    • Tahapannya sama. Hanya saja untuk cerita yang sedang berjalan, kita harus menentukan titik endingnya dimana dan seperti apa terlebih dahulu. Jadi meskipun cerita/pengalaman hidup kita masih berjalan, novel yang kita tulis harus memiliki ending untuk satu judul novel kita.

      Novel yang berisi pengalaman hidup sebaiknya dibuat dalam bentuk sekuel atau novel berseri. Sehingga cerita yang dibangun bisa lebih kuat dan penulisannya tetap dalam porsi tepat. Sehingga bagian-bagian pengkisahan cerita tidak terlalu terburu-buru atau novel yang terlalu tebal karena semua cerita duraikan dalam satu judul.

      Jadi intinya tetapkan dulu kerangka novelmu secara keseluruhan. Setelah itu bagi menjadi beberapa pokok cerita yang akan kamu jadikan sekuel-sekuel. Selanjutnya setiap satu sekuel itu kamu tuliskan detail kerangkanya, mulai dari awal sampai endingnya. Lakukan cara yang sama pada sekuel-sekuel lainnya. barulah kamu tulis draft per sekuelnya.

      Contoh novel pengalaman pribadi yang bisa kamu jadikan contoh adalah Novel Seri Laskar Pelangi. Novel ini mengandung cerita inti dan ending yang kuat di setiap sekuelnya.

      Reply
      • Saya arbi irawan dari Purbalingga, mau tanya kalau misalkan mau bkin novel yg temanya percintaan lucu spt karya2 dri Raditya Dika, itu dikirimnya ke penerbit apa yg kemungkinan besar diterima? Terima kasih

        Reply
        • Cobalah mengirimkan ke penerbit yang sejalur dengan Raditya Dika. Ada dua ppenerbit yang pernah menerbitkan buku-buku Radit, gagasmedia dan bukune.

          Reply
          • Dalam pengiriman , apakah nopel sudah berbentuk buku atau masih dalam bentuk file mentah dalam word ?

          • Saya amamlia, saya sangat ingin menulis, apaun ingin saya tulis, namun saya kesulitan memulai..bagaimana langkah awal semangat menukis?

          • Bismillah….sya jg mau skali menulis Novel kisah hidup sya krna luamyan keras khidupan ank kos2an krna Sya Gadis Rantauan awalx datang kuliah d kota Daeng Alhamdulilah skalian dpat jodoh org sulsel.

            sya nda tau mau nulis dr manax dulu.

          • Tulis saja dulu semaumu. Jangan pikirkan bagus tidak apalagi selesai atau tidak. Tuliskan saja. Nanti jika sudah seesai bisa kamu revisi lagi sampai bagus.

        • Cobalah mengirimkan ke penerbit yang sejalur dengan Raditya Dika. Ada dua penerbit yang pernah menerbitkan buku-buku Radit, gagasmedia dan bukune.

          Reply
        • Halo kak aku penulis novel pemula jadi aku itu buat cerita fantasi petualangan tapi kenapa aku masih ngerasa cerita aku ini kurang seru , dan bagaimana cara nya agar pembaca bisa terbawa atau merasa tidak jenuh dalam membaca novel saya

          Terimakasih kak

          Reply
          • Tulis saja dulu, selesaikan. Lalu mintalah sepuluh atau sebanyak-banyaknya sampel pembaca. Bisa temanmu, saudaramu, keluargamu, atau siapa saja. Mintalah pendapat mereka. Ambil masukannya, tingkatkan jika masih ada kurangnya. Kalau memang sebagian besar dari mereka menilai banyak kekurangannya. Bearti kamu harus meningkatkan jam terbangmu dalam menulis. Ada yang bilang, kita akan ahli dalam bidang yang kita suka kalau sudah punya jam terbang lebih dari 10000 jam.

          • Assalamualaikum.. Saya juga punya minat yg besar untuk menulis tapi saya tidak setelah menulis itu untuk diterbitkan dimana yah.. Saya dari bulukumba

          • Naskah yang sudah jadi bisa dikirimkan ke penerbit melalui email resmi penerbit tersebut. Ikuti syarat dan ketentuan seperti yang sudah disebutkan di website resminya.

      • assallammuallaikum .
        kak aku masih kurang paham (masih butuh bimbingan) , jika aku datang ke tempat kakak boleh apa tidak ?

        Reply
        • Mohon maaf, untuk sementara waktu kami belum bisa mengadakan workshop penulisan dan writing camp dikarenakan kesibukan yang lain.

          Reply
          • Asalamualaikum.
            Saya dea fitriani saya dari cianjur.. saya pengen nanya nih kak. Kan saya mau bikin novel. Tema sama judul udah saya buat..novelnya bertema dengan agama. Saya sudah buat alur ceritanya tapi baru sedikit. Tapi saya bingung dalam penempatan kata.

          • Saya penulis novel pemula.. saya mmpunyai tema percintaan yaitu hubungan jarak jauh tetapi belum mendaptkan restu dari salah satu orangtua mereka, dan mereka menjalani hubungan itu secara diam diam.. menurut anda apa judul yang cocok untuk novel saya??

          • Ambil satu atau beberapa kata dari cerita di novelmu. Pilih kata yang spesifik dan mewakili cerita tersebut, bisa dari nama tokoh utama, kejadian, setting tempat atau istilah sesuatu yang memang unik.

          • Assalamualaikum..

            Hai kak..Saya Annisa dari Bekasi, saya baru pemula. saya ingin sekali membuat novel dan temanya sudah saya buat yaitu tentang Persahabatan tetapi saya bingung membuat awalan ceritanya, tolong kasih sarannya ya kak. terimakasih☺

          • Kamu bisa mulai dari cerita awal mereka bersahabat atau konflik persahabatan yang menyebabkan kalian menjauh, sempat jauh, dst. Mengawali dengan konflik bisa membuat pembaca menjadi penasaran.

        • Kak kalau tema percintaan tapi salah satu karakternya memiliki kekuatan apa masih dikatakan novel

          Reply
          • Tentu saja masih. Asalkan panjang kata atau ceritanya sesuai kriteria novel.

          • Halo
            Kalau naskah novel yg diketik, apa ada ketentuan ukuran huruf, jarak, uk kertas dll? Trima kasih

        • Assalamualaikum kkak saya raziq dari padang Kalo mau membuat novel apa perlu daftar isi ,, atau jika mau di terbitkan sudah berbentuk buku atau hanya file nya ?

          Reply
          • Naskah dikirim via email berbentuk file microsoft word. Naskah full, isinya lengkap, mulai dari awal sampai akhir, termasuk sinopsis sepanjang 300 kata. Daftar isi tidak terlalu penting.

      • om, saya ahmad mustaqim dari solo. saya bingung daftar isi sama pengantar itu dibuat sebelum atau sesudah menulis naskah ?
        Trima kasih.

        Reply
        • Baiknya dibuat setelah naskah selesai. Akan lebih bagus lagi kalau naskah sudah jadi naskah final atau draft final. Kalau belum sampai draft final biasanya akan ada revisi lagi, jadi mungkin saja daftar isinya akan berubah lagi setelah revisi.

          Reply
          • berarti yang buat daftar isi dan revisi penerbitnya ya om ? Maklum pemula, hehe.

          • Kak syaa dari surabaya mohon maaf kak menganggu.
            Kak sya sudah ada gambaran tapi saya takut untuk menulis kurang paham dalam membuatnya

          • Tulis saja dulu, memulai memang terasa sulit dan menakutkan. kalau tidak dimulai kamu tidak akan tahu asyiknya menulis. Jika memang kamu menyukainya lakukan terus sampai kamu merasa ini saat yang tepat untuk menulis untuk diterbitkan. Semua penulis best seller memulainya dari sana.

          • Halo kak saya mau bertanya karna tidak terlalu paham dalam dunia menulis.

            Untuk menulis naskah, apa harus pisah file disetiap chapternya? Atau keseluruhan naskah tetap di satu file yang sama? Urutannya seperti apa aja? Terimakasih

          • Dijadikan satu. Dalam satu naskah berisi judul novel lalu chapter 1-selesai. Satu file lagi dipisah, isinya sinopsis naskah maksimal 300 kata dan data diri penulis.

      • Assalamualaekum kak
        Sya Normani Rizki dari NTB Lombok Timur…Saya hobi skli menulis,nmun smpe di tengah sy berhenti krna sy pikir percuma saja,di sni sya tidk tau mau kirmkn kmna
        Klo tanya2 lewt email bisa kan kak?

        Reply
        • Kalau memang tujuannya hanya sekedar hobi, tidak berniat untuk diterbitkan, tetap selesaikan. Paling tidak kamu bisa membuktikan bahwa kamu mampu menulis juga, minimal untuk kamu nikmati sendiri. Tetapi tidak ada salahnya juga kalau karyamu kamu bagikan pada orang lain, entah lewat wattpad, blog pribadi atau sosmed milikmu. Siapa tahu banyak yang mengapresiasi karya sederhanamu itu.

          Reply
          • Hallo kak,saya Dita dari Majalengka,saya ingin mencoba membuat novel tentang cinta tapi ketika cerita telah selesai dibuat tentang identitas diri disimpan dihalaman awal apa dihalaman akhir cerita kak? Mohon bantuannya ya kak,terima kasih.

          • Naskah dan file lain dipisah saja (kecuali ada aturan khusus dari penerbit). Naskah satu file. Sinopsis dan identitas diri satu file.

          • Kak saya kipti idana dari banyu
            wangi,saya ingin menulis kisah hidupku dalam sebuah cerita,tp saya tidak tahu caranya dan dikirim kemana,krn cerita hidup sya dramatir skli mguras airmta,bhgia jg cibiran skligus tntangan.mohon petunjuk mksh

          • Tergantung genrenya. Beberapa penerbit cukup spesifik dalam menerima naskah. Ada yang mengutamakan naskah genre tertentu ketimbang genre-genre lain. Jadi baiknya tentukan genre apa dulu baru menentukan dikirim kemana.

        • saya raihanna umur saya 18 tahun dri surabaya. saya punya impian membuat novel dan mengeluarkan nya. saya tidak mengharapkan imblan apapun saya hanya ingin novel saya di baca dan di ambil maknany. karna saya membuat novel dari kisah saya sendri.
          saya ingin menginspirsi para remaja atau ABG di luar sana untuk memberi semangat dengan novel saya.

          Reply
        • Pagi…nama saya Yulia,saya pengen menulis dgn cerita pengalaman pribadi yg nantinya sy akan pecah beberapa kisah atau judul,admin ada alamat email redaksi yg menerima penulis pemula seperti saya ini,terima kasih

          Reply
          • Semua penerbit menerima naskah dari penulis, baik itu penulis pemula atau penulis senior. Jadi tidak usah takut untuk mengirimkan naskahmu ke penerbit-penerbit mayor seperti grasindo, gramedia, gagasmedia, bukune, divapress, dll.

      • SAYa aisyah dari tangerang kak mau tanya saya mau bikin novel tentang pengalaman cinta saya
        Dan saya udh nentuin temanya tapi bingun diawalnya gmna yah buat mulai ceritanya

        Reply
        • Kamu bisa ulai dari sesuatu yang mengejutkan dan mengundang rasa penasaran. Plot bisa kamu pilih plot campuran, tetapi pastikan antara cerita tetap nyambung dan mudah dipahami pembaca.

          Reply
          • Assalamu’alaikum..
            Saya Nisa dari Medan, dari masih sekolah saya pingin sekali membuat satu karya berupa tulisan yang isinya bisa di jadikan sebagai bahan inspirasi untuk pembaca. Tapi saya bingung mau memulainya dari mana?
            Sebuah tulisan yang menceritakan perjalanan hidup dan kisah cinta yang ditulis dari pengalaman pribadi sendiri.
            Kemudian apakah bisa nama penulis dan nama diisi novel di ganti semisal dengan inisial atau samaran?
            Karena saya masih pemula, masih mau coba. Kemarin sudah saya coba tapi cuma setengah lembar jadinya karena masih bingung..
            Mohon bantuannya kak, terima kasih 🙏

          • Riset yang mendalam. Buat kerangka cerita yang detail. Lalu kembangkan kerangka tersebut.
            Nama atau inisial boleh disamarkan. Bahkan boleh juga nama tempat dan setting disamarkan.

        • Ass.. Hai kk saya Akbar dari Makassar, untuk sementara ini saya sedang menulis dan terus menulis aku menulis cerita tentang aku dan dia dimana hubungan yang boleh dikatakan sudah berjalan lama tapi kandas, ada lah persoalanya, temanya tentu sudah jelas apa yang saya ingat langsung saya tulis sedikit demi sedikit
          Nah yang mau saya tanyakan apakah itu yang disebut dengan kerangka novel? karna untuk sementara yang sya tulis ini belum tersusun rapih. Makasih 🙏🏻🙂

          Reply
          • Bisa dibilang belum berwujud kerangka. Kerangka seharusnya lebih detail, seperti tokoh, setting, alur, dst. Bahkan untuk penulis pemula, sangat disarankan untuk membuat kerangka sedetail mungkin. Kalau bisa sampai ke garis besar cerita tiap chapter atau bab dalam naskahmu nanti. Hal seperti itu dapat membuat penulis pemula menjadi mudah menghindari writer’s block.

    • nama saya ricard ,saya sudah terlanjur buat cerita sampai 27 lembar ms word , tapi cerita ini cerita yang mengambil peristiwa dari publich figur ,cuma saya kembangkan lagi , apakah boleh cerita mereka saya kembangkan , nama saya gnti ,cuma karakter nya , ciri” fisik , umur ,hobby dll msih tetap sama ,apakah itu sudah benar dan ada berapa halaman minimal dalam 1 novel apa ada ketentuan nya bisa di kategorikan sebuah novel .terimakasih !!

      Reply
      • Novel semacam ini bisa disebut novel fanfic (fiksi penggemar). Tokoh yang ada dalam cerita berdasarkan karakter yang nyata, biasanya tokoh idola, atau seseorang yang dikagumi. Novel seperti ini cukup banyak ditulis, jadi tidak ada masalah.

        Reply
        • hello kak,
          saya seorang pemula,saya mau tanya,bolehkah kita menciptakan lebih dari satu karakter protagonis dalam
          satu novel?
          terima kasih

          Reply
          • Boleh. Tentu saja boleh. Tetapi tetap harus ada salah satu yang menonjol sebagai tokoh utama. Nantinya konflik akan bermuara ke tokoh itu. Contoh Batman dan Robin, dua protagonis, tapi tokoh sentralnya tetap Batman.

        • Halo admin, saya Fatima dari Magelang, mau tanya..saya tertarik untuk menulis novel tentang krisis jati diri yang dialami seseorang hingga lika liku perjalanan hidpnya hingga menemukan tujuan hidup sebenarnya. Karena sebelumnya dia adalah orang yg sangat mudah terpengaruh oleh sekitar alias tidak punya prinsip. Atau semacam quarter life crisis tapi kemudian di tambah sedikit kisah percintaan sebagai pelengkap. Nah, menurut admin, bagaimana ide cerita saya ini apkaah menarik untuk diulas atau tidak? Apakah bagus selera pasarnya? Dan kira kira penerbit mana yg cocok dengan tema seperti itu, serta ada rekomendasi novel yg mengangkat tema serupa kah? Terima kasih Admin yang sangat baik hati 😍

          Reply
          • Soal menarik atau tidak yang memutuskan adalah penerbit dan pembaca. Jadi lebih baik tulis saja naskahmu dan kirimkan ke penerbit. Jika diterima maka naskahmu memiliki cerita yang menarik dan ada potensi pembacanya. Kalau dilihat dari ide cerita maka masuk ke penerbit seperti bentang belia, diva press, gagasmedia atau bukune.

      • Kak, mau tanya ada gk batasan sampai berapa lembar atau halaman novel yg dibuat?
        Trus maksimalnya berapa?

        Reply
        • Kalau batasan maksimal tidak ada. Kalau untuk minimalnya ada. Biasanya minimal 100 halaman.

          Reply
    • Klu saya ingin bercerita kisah nyata saya selama 15thn menikah, dan ada hub dengan narkoba dan perselingkuhan, itu saya harus ngirim kemn…. Trims

      Reply
      • Bisa ke divapress atau grasindo. Biasanya menerima naskah yang berkaitan dengan kehidupan dan kisah-kisahnya.

        Reply
    • Halo nama saya Nurul Laely dari jakarta.
      Assalamualaikum mas…saya memang ada tekad yg cukup besar untuk membuat novel namun cara saya menyalurkan ide adalah lewat menulis tangan. Dan memang saya ada keingininan untuk membuat novel dg tulisan tgn sendiri(bukan diketik melalui komputer) apakah itu bisa?dan apa solusinya?
      Mohon jawabannya ya mas:) terimakasih

      Reply
      • Bisa, tetapi hanya sebatas draft/naskah awal saja. Kalau untuk dikirim harus dalam bentuk file ketikan komputer. Sebab memang penerbit hanya mau menerima naskah dengan format seperti itu. Kalau seandainya kamu tidak ada waktu untuk mengetik, cari orang yang mau mengetik untukmu, beri upah yang sesuai.

        Reply
    • Saya sedang menulis naskah, terkadang saya bingung dgn apa yang saya tulis, dan kadang juga saya kehabisan kata.

      Reply
      • Catat semua ide yang kamu pikirkan. Buat menjadi beberapa babak berkaitan satu sama lain. Lalu masing-masing babk diuraikan berdasarkan plot yang kamu inginkan. Itu bisa meringankan proses menulis dan mencegah hal seperti itu terjadi.

        Reply
  2. Selamat pagi, saya rury dari bekasi dalam penulisan novel pribadi apakah di perbolehkan menceritakan karakter seseorang yang jahat ( dalam artian seorang yang telah berbuat kekecewakan kepada orang lain )

    Reply
    • Boleh, namun sebisa mungkin menggunakan nama samaran atau nama lain. Karena dikhawatirkan kalau-kalau ada hal-hal yang mengarah pada pembunuhan karakter seseorang. Contoh yang erat dengan kasus ini adalah buku-buku Raditya Dika, kisahnya tentang mantan dan beberapa orang dikehidupannya yang mengecewakannya. Tapi semuanya disamarkan namanya atau tidak menggunakan nama aslinya.

      Reply
    • Bisa. Tapi kalau niatnya untuk diterbitkan, maka lebih baik ditulis di komputer, lalu dikirim ke penerbit. Jika ditulis di blog, dikhawatirkan ada orang-orang yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan tulisan di blog tersebut untuk diperbaiki dan dikirim ke penerbit.

      Reply
  3. Membuat novelnya, ditulis didalam lembaran kertas ya. Atau bisa langsung diketik dikomputer?, kalau pas waktu ngasih kepenerbit yg dikasih yg mana?
    Terima kasih.

    Reply
    • Efektifnya ditulis di komputer langsung. Karena hampir semua penerbit sekarang ini sudah menerima kiriman naskah dalam bentuk lampiran file word melalui email. Jadi tidakperlu lagi mengirim naskah berupa print out melalui pos lagi.

      Reply
      • kalo ngasih ke penerbitnya berarti kita kasih yang file wordnya ya? terus di kirim lewat gmail?

        Reply
        • Betul. File Ms. Word yang berisi naskah lengkap dilampirkan, bukan dicopy-paste di badan email. Kemudian dikirimkan melalui surel/email ke alamat surel penerbit yang ingin kamu tuju.

          Reply
          • Assalamuialkum mbk, saya mely yunanda dari padang,
            Mbk saya kan suka nulis puisi
            Dan saya belum menulis novel,, tapi akhir akhir ini saya ingin menulis cerpen atau novel, tapi saya bingung menyusun katanya dari awal, menentukan, tema dan judul
            Terus apakah boleh ketika saya ingin menulis, boleh kah isi dan cerita novelnya nanti di masukkn kata kata puisi?

          • Kalau memakai diksi puisi boleh saja. Tapi kalau terlalu berlebihan sampai mendayu-dayu, pasti tidak akan bagus. Novel tujuannya menyampaikan cerita pada pembaca, mengajak pembaca masuk kedalam cerita dan mengalami pengalaman tokoh dalam cerita. Jadi sebaiknya utamakan penyampaian ceritanya, pilih diksi yang memang mendukung cerita.

  4. Saya asri dari banyubiru.kalo ngirim ke penerbit itu biasanya sudah sama cover apa engga ya?makasih

    Reply
    • Belum, hanya melampirkan draft naskah yang sudah dilayout sederhana saja. Sampul akan didiskusikan dengan penulis setelah ada pengumuman dan workshop sebelum naik ke meja cetak.

      Reply
    • Kak, saya mau nanya,

      Saya punya banyak ide untuk menulis, tapi saya selalu takut karya saya tidak layak untuk dibaca, dan saat saya mencoba menulis, saya bingung menentukan awal kisahnya, dan juga ide-ide nya yang tadi mengalir, tiba-tiba berhenti,

      Jadi, apa yang harus saya lakukan?

      Reply
      • Perihal tidak layak dibaca, sebaiknya tulis dulu saja. Minta orang lain menilainya. Sebab sesuatu yang bagus menurut kita belum tentu bagus menurut orang lain, begitu pun sebaliknya. Satu-satunya yang perlu kamu pastikan adalah kamu menulisnya dengan kemampuanmu yang semaksimal mungkin. Percayalah, setiap karya pasti mempunyai penggemarnya.

        Reply
  5. Pengalaman penulisan saya hanya membuat cerpen apakah ada perbedaan antara hal itu dengan novel atau sama saja ? Cara mengambarkan cerita ? Atau kah harus sangat detil

    Reply
    • Hampir sama sebenarnya, hanya pada novel ceritanya lebih kompleks dan runut. Tidak bisa dimunculkan secara tiba-tiba apalagi sepotong-sepotong seperti cerpen. Bahkan untuk menciptakan cerita yang bagus, detail cerita harus sangat diperhatikan. Terutama terpenuhinya semua unsur-unsur dalam novel.

      Reply
      • Saya lia dari cilacap, saya ingin membuat novel tentang khdpan saya sendiri apakah bisa, lalu jika saya sudah slsai membuatnya untuk penerbitnya di kirim kemana yah

        Reply
        • Bisa. Tentu saja bisa.
          Coba terbitkan ke penerbit yang sesuai dengan keinginanmu. Terutama yang kamu tahu penerbit itu pernah menerbitkan novel yang idenya sejenis dengan novelmu.

          Reply
    • kak saya bingung, saya mau bikin novel tentang persahabatan tapi saya bingung mau bikin latar tempatnya dimana? boleh gak pake nama tempat yg kita buat buat

      Reply
  6. Siang… Saya noe dari Jogja. Mau tanya, kira-kira ada pelatihan langsung tatap muka dengan OMNIBUSSENJA gak ? Saya ingin mempelajarinya lebih dalam tentang penulisan novel, dll. Terimakasih

    Reply
    • Mohon maaf, untuk sementara ini masih belum bisa. Do’akan saja supaya kedepannya kami bisa mengadakan workshop penulisan novel dan karya sastra lainnya. Namun untuk sementara redaksi omnibussenja mempersilakan siapa saja untuk membuka diskusi ringan perihal penulisan sastra melalui email kami di [email protected]. Silakan berdiskusi dengan tim editorial redaksi kami, semoga sedikit banyak bisa membantu.

      Reply
    • 1.Boleh ga si novel yang kita buat bukan berdasarkan kisah nyata ?
      2. Akan menimbul masalah ga si jika menulis novel bukan di kompuer/ laptop melain kan di hp,menggunakan wps office ?

      Reply
      • 1. Boleh. Tidak masalah.
        2. Standar penerbit memakai Ms. Word, diluar itu mungkin tidak akan diterima.

        Reply
    • Sederhana saja sebenarnya, jangan menambahkan konflik yang dibuat-buat, berlebihan, dan tiba-tiba. Contohnya seperti cerita Romeo dan Juliet. Kisah yang memunculkan tiga potongan jalan cerita yang sebenarnya sangat klise, yakni “saling mencintai”, “tidak direstui”, “mati bunuh diri”. Namun karena dibangun dengan cerita yang runut, kuat, konflik yang tidak dibuat-buat dan berlebihan, maka kisah ini jadi menarik. Sehingga sisi menariknya inilah yang membuat cerita ini menjadi tidak begitu klise.

      Reply
  7. Saya pemula yg ingin sekali membuat novel yang bertemakan fantasy, sebaiknya saya pertama2 harus apa dulu ya?

    Reply
    • Ada tiga hal penting untuk memulai mendalami penulisan sebuah novel. Pertama riset, kedua mengumpulkan sumber, dan yang ketiga mencoba menyusun jalan cerita atau plot.

      Riset maksudnya mencari tahu, kira-kira novel seperti apa saja yang masuk kategori fantasi. Ambil beberapa judul yang kira-kira kamu tertarik untuk mengupas isi novel tersebut. Selanjutnya pergilah ke erpustakaan atau toko buku, beli atau injam beberapa novel fantasy yang sudah masuk daftar risetmu tadi. Pelajari plotnya, penokohannya, dan juga settingnya. Catat beberapa poin penting dari masing-masing judul novel fantasi yang kamu pelajari tersebut. Terakhir, coba buat jalan cerita atau plot versimu sendiri, pastikan runtut, mulai awal sampai akhir. Kemudian buat daftar nama tokoh, penokohannya, dan juga settingnya. Baru setelah itu tulis draft naskahmu sesuai cara dalam artikel ini secara rinci.

      Reply
  8. Saya Fitria dari dulu saya selalu bermimpi untuk menjadi seorang penulis, sebagai pemula yang belum mengerti apapun tentang dunia penulis.saya mau mnta tlg untuk diberikan kontak seseorang yang bisa membantu saya .. tanya jawab dgn saya secara rinci..FB atapun email..terimakasih..

    Reply
      • permisi, saya mau nanya, kata kk saya sblm jadi seorang creator film, kan kita hrs bikin naskah dulu nih, nah kan naskah ini identik sekali dengan penulis, jadi apakah setelah kita berhasil menciptakan suatu novel, novel kita bisa diangkat menjadi sebuah film?

        Reply
        • Tentu saja tidak sesederhana itu. Ada banyak aspek yang harus dipertimbangkan oleh sineas dalam mengangkant novel menjadi film. Bisa dari tema, potensi kontroversi, segmen penonton, trend pasar dan lain sebagainya. Namun ada satu hal yang bisa kita pegang sebagai acuan. Jika novel tersebut best seller, ada kemunginan untuk diangkat ke layar lebar. Meskipun tidak semua, tapi kebanyakan seperti itu.

          Reply
  9. Maaf bagaimana mencari penerbit yang bisa di andalkan atau di percaya soalx saya pernah nulis terus saya terbitkan eh malah di bajak

    Reply
    • Sebenarnya ada banyak penerbit mayor yang cukup bagus, katakanlah seperti bentang, gramedia, kpg, grasindo, diva, gagasmedia, bukune. Coba saja kirim naskahmu ke salah satu dari penerbit tersebut. Kalau seandainya masih ditolak, perbaiki, rapikan dan kirim kembali.

      Kamu juga bisa mengirim naskahmu ke penerbit lain. Namun usahakan jangan mengirim naskah yang sama pada lebih dari satu penerbit diwaktu yang sama. Tunggu sampai naskahmu mendapatkan kabar penolakan, baru kirimkan naskahmu ke penerbit lain.

      Reply
  10. Sorry, ada beberapa pertanyaan yang ingin saya sampaikan.
    1. Saya ide sudah ada, cuma saya tidak tahu harus mulai dari mana dan saya kendalanya dari cara merangkai katanya suka agak sedikit tidak nyambung. Bisa beri pencerahannya ?
    2. Apakah dalam penulisan novel seperti jenis huruf, line spacing, margin, dll sudah ditentukan atau terserah penulis ?
    3. Jika diterbitkan melalui Penerbit Mayor, keuntungan yang didapat kira-kira berapa persen (%) ?
    4. Jika penerbitan sukses (aamiin), pendapatan dari buku itu langsung Tunai, apa ditransfer via atm ?
    Sebelumnya saya minta maaf atas pertanyaannya yang begitu banyak.Terimakasih

    Reply
    • Pertanyaan yang cukup menarik. Biasanya pertanyaan-pertanyaan ini sering ditanyakan oleh calon penulis jauh di dalam lubuk hati dan pikirannya. Jadi begini,

      1. Solusinya adalah terus belajar menulis secara rutin. Tulisan tersebut bisa di unggah di media sosial atau blog, cari tahu apa tanggapan orang diluar sana tetang tulisanmu. Jangan lupa terus membaca buku dan riset. Ambil satu buku, lalu lihat cara penulisnya membangun cerita yang enak, kemudian pelajari teknik menulisnya.

      2. Kalau draft naskah, secara umum biasanya memakai huruf Times New Roman 12pt, kertas A4 margin standar, line spacing 1,5pt. Namun ada beberapa penerbit yang memberikan standar template draft naskah yang berbeda, jadi sebelum mengirimnya, lihat ketentuan yang penerbit tersebut cantumkan.

      3. Tergantung kesepakatan saat workshop sebelum penerbitan. dalam workshop tersebut dibahas juga tetang harga bukunya. Dimana harga buku akan dibagi menjadi tiga, berapa untuk ongkos cetak, berapa untuk penerbit, dan berapa untuk royalti penulis. Semuanya jelas dan disepakati diatas kontrak ber materai. Oiya, nilai royalti penulis junior dan penulis senior tidak sama. Penulis senior mendapatkan royalti yang cukup banyak, apalagi penulis bestseller.

      4. Hasil dari royalti dibayarkan dalam bentuk transfer dana. Jadi penting untuk seorang penulis memiliki rekening bank atas namanya sendiri. Supaya saat datang waktu pencaira, dana bisa segera ditransfer secepatnya.

      Reply
      • apakah mengirim naskah sudah harus disertai judul? kalo iya, berapa besaran font untuk menulis judulnya?

        Reply
        • Tentu saja. Naskah yang dikirim haruslah naskah jadi, pastinya sudah ada judulnya juga. Besar font samakan saja dengan font untuk judul chapter, kurang lebih 16pt sudah pas.

          Reply
        • Assalamualaikum. Saya Hans, mau nanya sekaligus minta sarannya kk. Saya orang yang berkeinginan untuk menulis novel kisah pribadi temannya berkaitan dengan kisah perjuangan saya semasa menempuh pendidikan dari SD sampai pada akhirnya kuliah, namun didalam cerita nya sekolah yg kuinginkan tidak sesuai dengan yg kutempati menempuh pendidikan dan nantinya akan ada beberapa judul dan ada kisah percintaan. Apa tidak bertolak belakang kak, atau bagaimana bagusnya kak ? Terimakasih

          Reply
          • Tidak masalah, asal ada yang ditonjolkan dan yang lainnya sebagai penunjang. Misalkan cerita utamanya salah jurusan, terjebak pengabdian di pedalaman, malas dan asal-asalan dalam mengabdi, tak sengaja menemukan cinta sejati (cerita sampingan), siswa sd di desa ikut kejuaraan voli berhadiah uang jika juara, uangnya untuk membangun pembangkit listrik sekampung, bertekad melatih voli supaya menang dan kampung bisa teraliri listrik.

  11. Saya iqbal dari Pku ingin bertanya ,cerita yang terlalu dipaksakan seperti apa sih contohnya ,dan juga bagaimana gaya bahasa yang tepat untuk percakapan dalam novel dalam jumlah banyak?
    Terima kasih

    Reply
    • Sebenarnya banyak contohnya di cerita-cerita sinetron dan ftv. Banyak sekali cerita yang dipaksakan, seperti misteri anak yang tertukar sampai salah orang lebih dari tiga kali, tokoh utama mati tapi ada orang yang persis mirip dia, dll.

      Gaya bahasa tergantung pada genre yang diambil. Genre chicklit dan teenlit akan sangat cocok memakai gaya bahasa gaul dan simpel. Genre dewasa cocok disampaikan dengan gaya bahasa kaya diksi namun tidak perlu sampai mendayu-dayu. Genre misteri sangat bagus dibawakan dengan gaya bahasa serius dan analitik. Sedangkan komedi akan ecah jika ditulis dengan gaya bahasa celas-ceplos, slengekan, konyol dan blak-blakan. Begitu pun dengan genre lainnya. Jadi tentukan dulu genrenya, baru gaya bahasanya.

      Selain dari genre, gaya bahasa juga dipengaruhi oleh si penulisnya sendiri. Sehingga antara satu genre beda pengarang, gaya bahasanya tidak akan sama, itulah menariknya. Jadi penting untuk penulis memiliki gaya bahasa khasnya sendiri.

      Reply
      • assalamualaikum,,,,
        saya nenih dari jakarta….
        dalam latihan menulis saya suka kehabisan kosa kata dan lebih seringnya tulisan saya mentok di tengah2 cerita….
        mohon solusi nya….
        oia mohon balas saya ke email [email protected]

        Terimakasih

        Reply
        • Kaya diksi tidaklah penting dalam penulisan novel, ada banyak novel yang ditulis dengan diksi sederhana bahkan seperti bercerita biasa saja. Nyatanya penulis yang hanya mengandalkan “teknik bercerita biasa” itu mampu memukau pembaca. Jadi jangan fokuskan naskahmu pada kekayaan diksi, fokuskan pada “bagaimana membangun cerita yang bisa membuat pembaca hanyut dalam cerita”. Karena itu yang paling utama.

          Reply
  12. Saya Novi dari Palembang…
    Sayamau minta bantuan. Saya sudah pernah mencoba menulis beberapa novel series. Tapi, saya tidak pernah menyelasaikan novel saya sampai selesai. Dengan alasan, saya merasa kurang puas dg hasil yg saya tuli. Saya merasa, saya butuh seorang editor yg bisa membantu saya mengkoreksi setiap kesalahan dan kekurangan dlm novel yg aaya tulis. Bisakah merekomendasikan seseorang editor yg bisa membantu saya…

    Reply
    • Jika ditolak penerbit, itu artinya standar penulisan naskah yang dipilih penerbit belum bisa kita penuhi. Editor tugasnya hanya menilai apakah naskah kita sudah pas atau masih kurang dengan standar-standar tersebut. Jadi apabila kita mengalami penolakan, maka yang paling kita butuhkan adalah pembenahan naskah, baik itu dari segi penulisan maupun dalam hal membangun cerita.

      Saran yang sering kami berikan pada penulis yang naskahnya sering ditolak adalah untuk terus mengasah diri, perbanyak jam terbang, dan workshop menulis. Dengan itu semua, pelan-pelan penulisan naskah akan membaik dan semakin baik. Terutama dari segi teknik menulis dan juga membangun cerita. Sebab pada dasarnya, kalau kita menguasai itu, maka besar kemungkinan naskah akan dipertimbangkan oleh editor untuk naik meja cetak.

      Kalau untuk saran editor, kami tidak bisa memberikan saran secara spesifik siapa saja orangnya. Sebab kebanyakan editor tidak menerima konsultasi pribadi diluar aktivitas penerbit. Selain itu, selera dan pandangan masing-masing editor dari masing-masing penerbit juga beda. Jadi kalau menurut editor A naskah kita bagus, belum tentu di editor B sama pendapatnya. Jadi lebih baik kami memberi saran seperti di atas tadi.

      Reply
    • Tentu saja. Asal sesuai dalam penulisannya dan tidak mengandung SARA, kata-kata kotor, dan istilah yang tidak pantas.

      Reply
  13. Maaf saya mau bertanya, saya ingin membuat novel tentang pengalaman pribadi. Semua sudah saya tulis, tinggal penyusunannya. Tetapi saya menulis dengan kalimat informal / bahasa sehari”. Apakah itu tidak apa” dan bisa diterima penerbit? Terimakasih.

    Reply
    • Bisa, asalkan penyampaian dan penulisan ceritanya bagus dan menarik. Kalau sesuai dengan standar cerita yang dicari oleh penerbit yang kamu kirimi naskah, mereka akan menghubungimu. Kemungkinan koreksi pasti ada nanti akan diberitahu dan disuruh merapikan.

      Reply
  14. Permisi kakak semua, tadi ada baca kalau mau tulis novel pengalaman pribadi dan ada karakter jahatnya di sarankan tidak memberikan nama asli orang tersebut ya?
    Jadi bila saya ingin membuatnya jadi inisial seperti abjad A B C di perbolehkan?
    Terimah kasih sebelumnya.

    Reply
    • Jangan inisail si A, B, atau C, tapi nama samaran atau julukan. Misalnya nama aslinya Mondy, pakai saja nama Emon, Kemon, Ondi, atau Oon. Begitu.

      Reply
  15. apakah cerita tentang kehidupan,persahabatan dan percintaan bisa di gabung menjadi satu dalam sebuah novel dan bagaimana cara yg baik untuk menyelesaikanny

    Reply
    • Bisa, sangat bisa.
      Kalau jenis cerita dengan tema seperti ini umumnya akan diakhiri dengan ending yang mengejutkan dan mengandung pesan atau motivasi. Bisa berakhir bahagia, bisa berakhir sedih, atau bisa juga berakhir menggantung.

      Reply
  16. Maaf saya mau bertanya, saat ini saya sedang belajar menulis sebuah novel. Ini pertama kalinya jadi belum ada pengalaman sama sekali dalam menulis. Genre yang saya pilih sih teenlit. Udah menulis berapa puluh halaman, tapi stuck di tengah-tengah, dan bingung melanjutkannya gimana karena takut jalan ceritanya akan menjadi klise atau terkesan memaksa. Sebaiknya saya harus apa ya? Terima kasih.

    Reply
    • Tidak perlu merisaukan cerita yang klise, kalau pun ternyata memang klise, lanjutkan saja. Anggap ini latihan, yang terpenting novelmu selesai dulu. Karena memang masih dalam tahap belajar, jadi wajar saja kalau teknik membangun ceritanya masih belum begitu bagus. Setidaknya kamu berhasil menulis sampai ending saj itu sudah bagus. namun jika ternyata hanya sampai beberapa puluh halaman saja, sebaiknya kamu mencoba belajar menulis cerpen terlebih dahulu, kalau sudah lancar, maka kamu bisa mencoba menulis novel lagi.

      Reply
  17. Kak, kalo nulis novel biasanya pake outline dulu,isinya apa aja? Terus kalo dialog bagusnya pake bahasa baku atau gimana yah kak?

    Reply
    • Untuk tahap awal menulis novel, silakan baca dan ikuti saran yang ada di artikel cara menulis novel bagi pemula langkah demi langkah. Setelah itu lanjutkan ke unsur intrinsik dan ekstrinsik novel. Baru kalau sudah memahaminya, lakukan langkah-langkahnya, dan lengkapi unsur-unsurnya, mulai dari tema, tokoh, penokohan dan lain sebagainya. Jika sudah, maka buat draft awal yang berisi chapter-chapter, dimana setiap chapter memiliki cerita utama. Nanti untuk tahap draft lanjut, kita tinggal mengembangkan cerita utama dalam setiap chapter tersebut dan menggabungkannya dengan chapter-chapter lainnya sehingga ceritanya mengalir.

      Reply
  18. Malam kak. Aku mau nanya, kenapa aku setiap pengen bikin novel selalu kena writer’s block pas ditengah tengahnya padahal idenya udah bagus banget. Aku juga suka pusing buat ngerangkai kata katanya, apalagi alur ka. Maaf sebelumnya banyak tanya karena aku emang pemula. Mohon bantuannya ya kak

    Reply
    • Saran terbaik untuk penulis pemula adalah menambah porsi baca dan juga jam terbang menulis. Kalau keduanya sudah sangat cukup, maka kendala seperti kebuntuan menulis, pemilihan gaya bahasa, dan penentuan alur yang tepat tidak akan ada. Jadi, kalau ingin cepat berkembang, baca minimal satu buku dalam sebulan dan tulis satu cerpen dalam sebulan. Setelah satu tahun, lihat perkembangannya, apakah sama. makin bagus, atau justru makin melupakan keinginanmu untuk menulis novel.

      Reply
  19. assalamu‘alaikum kak, alhamdulillah dapet pelajarannya banyak banget. mulai dari isi blog hingga komentar pun isinya pelajaran semua, semoga akak ini bisa buka les privat gitu ya di tiap daerah agar banyak yang tertampung orang2 yang ingin jadi penulis seprti saya☺

    Reply
    • Amin. Terimakasih do’anya. Semoga saja bisa terlaksana di waktu-waktu mendatang.
      Kalau sekiranya agenda literasi offline Omnibussenja sudah selesai, semoga kami bisa aktif lagi berbagi melalui blog ini.

      Kami beberapa waktu lalu juga sudah berdiskusi dengan kawan-kawan redaksi, jika tidak ada agenda lain, blog Omnibussenja akan membuka kolom “Karya Pembaca”. Dimana setiap pembaca Omnibussenja dipersilakan untuk mengirimkan naskah cerita pendek kepada kami untuk nantinya diterbitkan di blog ini. Sehingga karya tersebut bisa dinikmati banyak orang dan mendapatkan masukan. Namun dalam penerbitannya nanti, ada proses kurasi, hanya karya yang lolos yang akan diterbitkan.

      Kami tidak memberikan royalti atau imbalan. kami hanyamenyediakan ruang untuk karya-karya yang diterbitkan disini dibaca secara luas dan mendapatkan respon. Jadi tunggu saja pemeritahuan lebih lanjutnya.

      Reply
  20. Hallo, salam kenal ka, saya rani dari Jakarta, saya mau tanya kalau misalkan dalam novel yg kita buat ada membahas tentang seseorang dengan karakter khas misalkan batak,sunda atau lainnya boleh ga kak, dan lebih membahas juga tentang sukunya ? Contoh, menceritakan di tokoh utama berkenalan dengan orang batak padahal keluarganya sangat melarang karena mereka ada pengalaman tidak baik. Boleh atau sebaiknya gimna kak?

    Reply
    • Boleh saja, yang penting tidak mengarah pada SARA atau statemen buruk terhadap subyek tertentu. Kalau sekedar membahas alasan atau latarbelakang tentang larangan akibat pengalaman buruk dimasa lalu, tentu tidak masalah.

      Reply
  21. Maaf saya Dhanis dari bandung, mau tanya ka kalo misalkan draft yang kita kirim itu seperti apa ya? Apa berupa file microsoftword dengan format kertas a4 dan times new roman serta line spacing 1,5 yang berisikan hanya sebuah cerita saja? Atau file tersebut berisi cerita serta pengajuan untuk penerbit tersebut?

    Reply
    • Naskah novelmu secara utuh saja. Tidak perlu lampiran pengajuan. Dikirim melalui surel atau email penerbitnya.

      Reply
      • Saya devi irawan, jika ingin membuat novel dengan menggunakan sudut pandang sekitar apakah berbeda atau sama saja? Lalu langkah yang kedua harus bagaimana? Menilai sekitar dengan pemikiran saya saja atau saya bisa mencari tambahan dengan sudut pandang orang lain?

        Reply
        • Bisa saja menggunakan sudut pandangan orang ketiga. Perbedaannya hanya pada penyampaian cerita dan kata ganti orang yang menjelaskan tokoh-tokoh didalamnya. Kamu bisa memakai satu sudut pandang atau dua sudut pandang yang digabungkan.

          Reply
      • Assalamualaikum kk
        Aku mau nanya kalo misalnya kita yang ngarang bukunya trus kita sendiri yang mau terbitkan boleh?, atau memang harus dari penerbit?,

        Reply
        • Tentu saja boleh. Istilahnya “self publishing”. Karya kita, kita sendiri yang terbitkan, tanpa melalui penerbit mayor. Hanya saja biayanya cukup mahal. Biaya cetak harus kita tanggung sendiri. Pemasaran kita urus sendiri. Kalau tidak betul-betul punya strategi penjualan, tidak punya cukup modal, tidak punya segmen pasar pembaca, pasti sulit.

          Reply
  22. Saya mau tanya, bagaimana cara mendapatkan gaya kepenulisan yang original dari diri sendiri?
    Terima kasih atas jawabannya.

    Reply
    • Sama seperti pertama kali mencoba berbagai macam makanan. Perlu banyak mencicipi beraneka ragam makanan dulu, barulah kita tahu mana makanan yang “aku banget” dan mana yang tidak kamu suka. Jadi perbanyaklah membaca buku dari berbagai macam pengarang, lalu mencoba menulisnya menggunakan teknik masing-masing penulis yang bukunya kamu baca. nanti akan ketemu mana yang kamu suka dan rasanya cocok di kamu.

      Setelah tahu mana makanan yang “kamu banget” itu, kamu pasti sering menambahkan sesuatu agar lebih enak. Misalkan kamu suka bakso, dengan saus sedikit dan sambal yang banyak. Sama halnya dengan gaya menulismu. Misalkan gaya menulis Dewi “Dee” Lestari rasanya “kamu banget”, kaya diksi. Tapi kamu tidak terlalu suka pemilihan kata dan gaya penuturan yang ke-sains-an-nya. Berarti itu yang perlu kamu kurangi, atau tambahkan lagi apa yang kamu suka. Maka lambat laun, dengan sendirinya, kamu akan menemukan gaya menulismu sendiri, yang nyaman untuk mu.

      Reply
  23. Maaf kak, nanya lagi. Kalo nulis novel setting tempatnya (alamat lngkap atau sekolah) harus real atau boleh ngarang?

    Reply
    • Berdasarkan kenyataan boleh, mengarang juga boleh. Bahkan kedua-duanya dikombinasikan juga boleh. Jadi misalkan lokasi tempatnya memang ada dan nyata, namun namanya saja yang kamu karang.

      Reply
  24. Hallo kak, salam kenal. Saya riska dari jakarta. Saya ingin bertanya, bagaimana ya mengatasi bila kita stuck mind dan mood kita buruk dalam hal menulis? Apalagi latihan menulis berulang itu penting? Terima kasih.

    Reply
    • 1. Tulis kerangka draft awal secara rinci, supaya arah menulismu jelas. bagi kedalam chapter-chapter atau bagian-bagian cerita. Beri penegasan, chapter pertama bercerita tentang “A” dimulai dari “begini” dan akan ditup dengan “begitu” dengan alur yang jelas. Pasti yang namanya stuck itu tidak akan ada, karena kita tahu pasti kemana jalannya cerita novel itu sampai ke datail-detailnya.

      2. Kalau masalah mood memang sedikit susah, terlebih lagi kalau motivasi menulis kita tidak jelas. Penulis senior menulis novel untuk memuaskan dirinya dan pembacanya. Sedangkan penulis pemula masih mencari-cari motivasi. Jadi cari dulu motivasi kita menulis untuk apa, baru mood itu akan datang.

      3. Latihan menulis itu penting, sangat penting. Harus berulang-ulang, semua penulis senior juga melakukannya ketika mereka baru memulai. Tujuannya agar teknik kita terasah, time magement kita terkontrol, dan jam terbang kita bertambah. Saat semuanya sudah menjadi rutinitas, yang namanya stuck apalagi meleset dari deadline menulis akan jauh berkurang. bahkan kita menjadi terbiasa menulis dimana pun dalam kondisi apa pun.

      Reply
  25. Pagi kak, saya dinda dari surabaya. Tips untuk menulis novel metropolitan gimana ya? Trus apa harus menjelaskan secara detail, misalkan suatu kafe lalu menjelaskan apa yang ada di kafe itu. Trus kalo mau jelasin plot nya apa harus sesuai kenyataan, misalkan jalan raya darmo di surabaya? Makasih

    Reply
    • Setting mengambil dari kenyataan tidak masalah, boleh-boleh saja. Cerita untuk metropop yang umum biasanya memang bersetting di cafe atau restoran, jadi mengeksplorasi bagian-bagian cafe atau restoran memang bagian dari genre ini. Jadi tempatkan beberapa bagian untuk sedikit membahas setting cafe atau restorannya lebih detail. Namun tentu saja harus dibarengi dengan keberkesinambungan cerita. Jadi jangan membahas saja, tapi dikaitkan dengan cerita. Misalkan “meja dipojok cafe itu dulunya ada setangkai bunga mawar di atas mejanya, entah kenapa sekarang diganti dengan bunga lili. Aku masih ingat betul candanya saat kami masih bersama, dia bilang bunga lili akan lebih cocok dipajang di atas meja”. Dan seterusnya.

      Reply
      • Permisi Buat Semuanya, Nama saya Erwin Harianja Dari Jakarta, saya ingin bertannya nih, Saya telah membuat Novel nih, dah ada 30 halaman, cuman alur ceritanya mengenai kisah kehidupan aku dan keluarga, jadi isi dari Novel yang saya buat ini menceritakan perjuangan seorang ibu kepada Anaknya, cuman bingung jadinya, karena terlalu banyak klimaksnya, kira kira bagaimana solusinya thu?

        Reply
        • Sebaiknya klimaks itu satu. Sebab arti dari klimaks adalah yang paling puncak. Jadi pilih salah satu konflik dari cerita novelmu yang paling puncak dari puncaknya konflik-konflik tersebut.

          Reply
  26. haloo saya oki dari jakarta, saya mau tanya kalau saya buat novel yg mengandung fiksi nyata diperbolehkan tidak ya, ceritanya fiksi tapi hal-hal didalamnya nyata, contoh : lembaga2, tempat, bangunan dll. Jika lembaga2 tersebut dalam cerita saya ceritakan buruk (korup, melenceng hukum dll) apakah ada pelanggaran hukum didalamnya (saya dituntut), mengingat ceritanya hanya fiksi belaka.

    Reply
    • Boleh, tapi sebaiknya semua disamarkan. Baik nama, tempat, maupun suasana yang terjadi di sana. Tujuannya supaya novel tersebut tidak mengundang indikasi untuk menyerang atau membunuh karakter seseorang, instansi, atau kelompok tertentu. Jangan lupa, tambahkan keterangan di akhir cerita, bahwa semua ini hanya fiksi, apabila ada kesamaan nama dan tempat, itu hanya kebetulan semata.

      Reply
  27. Selamat malam ><
    Aku mau tanya. Aku kan sering tulis cerita lalu publish di aplikasi Wattpad. Caranya, setiap 1 chapter kelar, langsung aku publish. Terus tiba-tiba aku merasa malas untuk lanjutin ceritanya, jadi aku berhenti.

    Aku udah buat cerita dengan metode di atas berkali-kali. Karena gagal terus, aku cari jalan lain. Jadi caranya aku tulis cerita sampai end, baru aku publish.
    Nah, aku sampai sekarang nulisnya seperti itu terus, tapi baru awal-awal aku udah ngerasa aneh sama ceritaku. Jadi aku minta saran aja, nih. Cara ngelanjutinnya atau cara menulis yang baik dan benar. Terima kasih 😀

    Reply
    • Kalau menulisnya lengkap dulu, biasanya akan ada beberapa yang seperti tidak nyambung ceritanya, bisa karena terpotong sewaktu meulis, atau menemukan cerita bagus tapi keluar dari benang merah. Jadi solusi yang mudah dan mungkin bisa membantu adalah dengan menentukan benang merah per chapter. Dimana benang-benang merah per chapter tersebut, jika disatukan akan membentuk benang merah cerita.

      Misalkan kita ingin membuat 12 chapter. Benang merah cerita utuh adalah menemui seseorang yang dicintai dimasa lalu melalui mesin waktu. Maka chapter pertama benang merahnya adalah cerita kehidupan masa depan tokoh utama yang hampa. Chapter kedua adalah keinginan sang tokoh untuk kembali ke masa lalu dan menyatakan perasaannya. Chapter ketiga mulai berpikir apakah itu mungkin, dan seandainya ada mesin waktu atau kejadian aneh yang bisa membawanya kembali. Begitu dan seterusnya.

      Reply
  28. Selamat malam kak? Maaf sebelum nya saya ingin bertanya, bagaimana ya caranya saya mengirimpan sebuah sinopsis kesalah satu penerbit? Saya pengen bnget mengirimkan cerita saya kak.tolong bantu saya ya kak. Terimakasih =)

    Reply
    • Kalau mengirim sinopsis saja tidak bisa. Harus disertai dengan lampiran draft naskah novelnya secara utuh. Baru nanti dibaca dan dinilai oleh editor. Cara mengirimkan naskahnya lewat email, kirim ke email penerbit yang kamu kehendaki. Sesuaikan dengan syarat-syarat yang mereka minta. Itu saja.

      Reply
      • Hallo,saya defina dari kediri. Saya mau tanya kalau mau ngirim novel tema nya keluarga ngirimnya kemana ya?

        Reply
        • Novel keluarga mengarah ke remaja atau dewasa? Kalau mengarah ke keluarga-remaja bisa ke bentang belia atau diva press. Kalau untuk keluarga-dewasa bisa ke bentang atau gramedia.

          Reply
          • Kak, gimana sih cara mengatasi kasus begini : saat sedang menulis naskah tiba2 ada perasaan ingin terburu2 menulis ide berikutnya. Tapi karena waktunya yg gk mungkin, jadikn dijeda buat istirahat. Nah setelah istirahat itu ide yg sedang ditulis tiba2 hilang

          • Selalu bawa catatan kemanapun kamu pergi. Segera catat ide ketika datangnya tiba-tiba. Nantinya tabungan idemu bisa kamu lihat dilain waktu. Jika tidak begitu, maka ide yang tiba-tiba terpikir dan mungkin beberapa merupakan ide bagus akan hilang karena lupa. Jika kamu malas membawa catatan, kamu bisa mencatatnya di telepon genggam milikmu atau menulisnya di draft email supaya aman.

  29. Siang ka….. saya Tirza dari Bandung mau nanya ka lebiha baik nulis cerpen atau langsung bikin novel (untuk pemula) soalnya saya kebingungan tentang hal itu mohon di jawab ya ka… makasih

    Reply
    • Sebaiknya menulis cerpen dulu. Pertama untuk latihan menulis, kedua membuat cerita, dan ketiga untuk mengetahui reaksi pembaca. Ketiga hal tersebut sangat penting untuk penulis mengetahui sudah sejauh mana mereka berkembang. Jika sudah cukup baik, barulah coba untuk menulis novel.

      Reply
      • Halo kak
        Saya disuruh sama guru bahasa Indonesia saya untuk membuat novel sejarah nah itu gimana sih kalau misalnya saya pakai alur cerita yang kayak Time travel itu bisa nggak?
        Apa bisa pakai alur cerita yang lain?

        Reply
        • Bisa. Ide bagus itu.
          Bisa juga dibuat seperti terseret dan terpaksa harus hidup pada era atau zaman itu. Kalau di Jepang tema seperti itu sangat populer, banyak juga novel ringan bergenre “isekai” yang cukup laris di pasaran.

          Reply
  30. Kak, namaku faidi. Sbenarnya aku agak kecewa, knapa bru kali ini tahu omnibussenja. Harusnya dari dulu aku tahu, jadi aku bsa blajar banyak.
    Kak, aku prnah ikut lomba menulis, tapi gag menang. Jadinya aku sdikit down dan mulai malas menulis.
    Aku udah banyak mnulis novel, tpi gag tau novelku bagus atau nggak. Kakak bsa kasih masukan???
    Terima kasih.

    Reply
    • Terimakasih sudah menyempatkan diri untuk membaca Omnibussenja. Semoga sedikit banyak bisa menambah wawasan menulisnya.

      Mohon maaf, kalau untuk mengkurasi karya atau menjadi editor, kami tidak bisa. Sebab diluar blog ini, kami juga memiliki banyak kesibukan di dunia literasi, sehingga tidak ada waktu luang untuk mengkurasi atau menilai karya dari pembaca secara personal.

      Sebaiknya beberapa dari karya yang dirasa mantab itu dikirimkan ke penerbit. Dari sana kita akan tahu apakah novel kita sudah cukup baik atau belum, layak naik meja cetak atau belum. Siapa tahu justru novelmu itu yang dikehendaki penerbit dan sesuai selera pasar. Bisa saja.

      Reply
  31. Malam kak, permisi saya mau nanya. Saya kan sudah membuat satu novel, tapi masih saya simpan didalam file. Saya bingung mau di post di wttpd aja, atau langsung kirim ke penerbit, karena ada beberapa kasus tentang org org yang tidak bertanggung jwb mengcopy cerita orang lain.
    Mohon sarannya, terima kasih

    Reply
    • Kalau niatna dari awal ingin diterbitkan, sebaiknya lagsung dikirim saja. Karena naskah ang sudah pernah dipublish di blog, wattpad, dikompetisi menulis atau dimana pun akan ditolak. Naskah yang dikirim harus belum pernah dipublikasikan dimana pun. Biasanya aturan dari penerbit seperti itu.

      Publish karya di blog, wattpad, atau di sosial media itu sebaiknya hanya untuk belajar menulis atau membuat cerita saja. Jadi memang sedari awal tujuannya untuk itu. Sedangkan yang naskah untuk diterbitkan sebaiknya langsung dikirim ke penerbit.

      Reply
  32. hallo aku nurul dari Medan,aku mau nanya dalam percakapan novel bole gak menggunakan percakapan sehari, pake bahasa gaul, terus aku pernah mengirim nasakah cerpen keredaksi tapi nggak ada kabar, nah dari cerpen yang udah aku buat itu aku robak ulang ada yang kutambahin dan yang di rubah terus mau dikirim keredaksi lain.menurut pendapatnya gimana yaaa, makasih ._.

    Reply
    • Boleh, tapi disesuaikan porsi dan juga genre novelnya. Bahasa gaul cocok untuk genre teenlit dan chicklit. sedangkan untuk genre dewasa sebaiknya pakai bahasa dan ejaan baku semua.

      Reply
  33. hallo ka,
    apakah untuk menjadi seorang penulis novel dia harus mempunyai karya (cepen, puisi, dll) yang sudah diposting di sosmed? apakah harus berpengalaan mengikuti lomba / juara menulis untuk mendobrak novelnya?
    apakah penerbit melihat itu semua untuk mengetahui background penulis agar novelnya diterima???
    dan bagaimana penerbit tahu bahwa naskah kita belum pernah terbit?
    mohon di jawab ya, terimakasih kaa sebelumnya 🙂

    Reply
    • Tidak juga. siapa pun boleh menerbitkan novelnya. Bahkan penulis pemula atau yang bukan dari basik menulis juga bisa. Contohnya kemarin ada yang menang lomba menulis novel di bentang pustaka. Dia hanya penjual bakso biasa. Dia menyempatkan waktu disela-sela berjualan untuk merampungkan draft novelnya. Sekarang novel itu terbit dan dijual di toko buku.

      Reply
  34. Saya iqbal, mau nanya. Dalam novel itu ada percakapan nya kan? atau biasa yang disebut dialog, misal A : selamat siang, B : selamat siang kembali.
    Saya pemula

    Reply
    • Ya, percakapan akan memperkuat pemaparan cerita dan interaksi antar tokoh. Jadi usahakan ada porsi untuk percakapan dalam setiap bagian cerita.

      Reply
  35. Saya Aldis, dari malang, jika novel udah jadi daptkah omnibussenja melaukan testimoni untuk nove tersebut??

    Reply
    • Mohon maaf, kami tida bisa. Hal-hal seperti ini sepenuhnya adalah hak dan kewajiban editor dan penerbit yang akan dituju.

      Reply
  36. Halo kak, aku Alsa! Aku mau tanya soal setting. Aku suka bikin cerita yang setting tempatnya itu sesuai imajinasi aku (tidak tertera dalam peta). Hal seperti ini dapat mengurangi poin untuk publishing novelku ke penerbit gak? Terimakasih 🙂

    Reply
  37. Kak, saya mau tanya nih. Apakah dalam novel juga perlu untuk memasukan gambar kejadian untuk membantu pembaca dalam memahami suatu kejadian dalam cerita.

    Reply
    • Ilustrasi atau gambar boleh saja, tapi usahakan tidak banyak. Kecuali sejak awal memang ingin membuat novel grafis.

      Reply
  38. Saya Friska dari Tomohon, Sulawesi Utara. Saya masih pemula banget nih.. Sebenarnya sih cma iseng2 doang buat cerita. Tapi, karena ada dukungan dari ortu dan orng sktar, sya jdi semangat. Nah,, pada saat nulis ceritax saya tuh hanya langsung nulis saja. Jadi, setelah saya berimajinasi saya langsung menuliskannya dalam kata-kata. Kira2 itu bermanfaat atau saya harus mengubahnya, yah?? Terima kasih

    Reply
    • sebenarnya itu cocok untuk menulis draft kasar atau draft satu. jadi setelah selesai draft tersebut, dibaca dan ditulis ulang sedemikian rupa untuk bisa lebih bagus lagi sampai ketemu draft final yang siap terbit.

      Reply
  39. Assalamu’alaikum kak, maaf saya mahu tanya. Waktu manakah yang paling sesuai untuk menulis novel?

    Reply
    • Setiap penulis punya waktu tersendiri. Ada yang pagi, siang, sore, malam, ada juga yang dini hari. Intinya waktu tersebut adalah waktu dimana kita bisa total dan berkonsentrasi penuh pada apa yang sudah kita rencanakan. Menulis tidak harus diporsir, tapi sebaiknya dijadwal, supaya tidak melampaui deadline atau tenggat waktu.

      Reply
  40. Assalamualaikum
    Saya ingin bertanya tentang setting. Tempat terjadinya perkara atau tkp dlam sebuah novel..apakah harus langsung riset ke tempat tersebut..
    Misalkan novelnya kang abik, bumi cinta yg berlatar belakang di rusia.,apakah kang abik harus riset ke rusia dlu atau bagaimana

    Reply
    • Tidak juga, kita bisa melakukan riset dari buku-buku, browsing di internet, atau menonton video di youtube.

      Reply
  41. saya sangat bangga kepada kakak karna dari sekian pertanyaan di jawab semua, … nama saya bibah kak, saya mau tanya sama kakak, berapa halaman sekiranya novel itu y kak ? bagusnya kita kirim kepenerbit mana ya kak ? soalnya saya juga perna ngirim k kompas tapi mgkin gak bagus certanya , tapi sekarang sudah saya revisi kembali… mohon sarannya y kak … terima kasih ya kak,,, semoga bertambah kualitas ide dan kemampuan kakak dalam mengembangkan tulisannya, dan semoga semakin sukses dan berjaya dengan tulisan dan karya-karya kakak … aminn

    Reply
    • Panjang novel minimal 100 halaman A4. Lebih boleh, nanti ada kebijakan tersendiri dari editor dan penerbit.
      Untuk penerbit, sesuaikan saja dengan jenis genre yang kamu ambil. Kirimkan ke penerbit tersebut. bila ditolak, silakan ecoba ke penerbit lain yang menerima genre yang sama.

      Reply
  42. Saya Ersa dari Tangerang Selatan. Untuk mengirim naskah kepada penerbit, apakah langsung dikirim saja tanpa ada kontak sebelumnya? Atau harus ada kontak terlebih dahulu baru dikirim naskahnya?

    Reply
    • Tidak, langsung saja dikirim via surel atau email penerbit. Lakukan sesuai petunjuk. Paling lambat biasanya 3 bulan dari masa kirim sudah ada keputusan. Kalau tidak ada jawaban atau email masuk ke akunmu, artinya novelmu ditolak.

      Reply
  43. Assalamualaikum..
    Nama saya Ayu dari Kab. Ogan Ilir Sumsel
    Saya mau nanya. Saya ingin buat novel dan sekarang lagi proses penulisan. Saya ini pemula yang sama sekali tidak tentang cara membuat novel. Karangan yang saya tulis memang belum selesai tapi saya sudah bercita-cita untuk mengirimkannya ke penerbit. Masalahnya adalah saya tidak tahu bagaimana cara mengirimkannya ke penerbit dan via apa?
    Maksud dari layout itu apa ya?
    Apa yang diperlukan untuk mengirimkan tulisan ke penerbit?
    Jika memang nantinya novel saya diterbitkan(aammmmiiiiiiiin), uangnyq itu bisa tunai tidak soalnya saya tidak punya atm?
    Novel seperti apa dan ending seperti apa yang disukai oleh pembaca?
    Tidak bisakah tulisan tersebut dikirim ke penerbit lewat hp saja?
    Masalah inti, saya tidak mengerti bagaimana cara mengirimkan tulisan saya ke penerbit! Jika saya tidak bisa mengirimkannya ke penerbit maka sia-sia saja usahaku.
    Maklum jika saya terlihat putus asa namun disini saya tidak mengharapkan uang yang saya harapkan hanyalah novel saya dapat diterbitkan dan dapat membanggakan kedua orangtua saya.
    Tolong jawabannya, saya adalah pemula yang bermimpikan banyak hal…. Mohon jawaban & solusinya!

    Reply
    • 1. Cara mengirimkan naskah ke penerbit sangat mudah, cukup kunjungi website penerbit mana yang ingin kamu tuju. Setelah itu cari menu “Kirim Naskah”, masuk dan baca tata cara dan ketentuan yang harus kamu penuhi. Di sana semua informasi tentang pengiriman naskah sudah tertulis sangat jelas.

      2. Layout = Tata letak atau tampilan dalam novel. Mulai dari penulisan judul, chapter, pembagian paragraf, penulisan nomor halaman, dan lain-lain semuanya harus disusun secara rapi sehingga hasil cetakan bukunya mudah dibaca. Setiap naskah yang dikirim wajib memperhatikan layout supaya ditor mudah membaca naskah tersebut.

      3. Apa yang diperlukan untuk mengirimkan tulisan ke penerbit? Cukup naskah yang dilampirkan dalam email. Syarat dan ketentuan lanjut ikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh penerbit.

      4. Royalti akan dikirimkan kepada penulis setiap 6 bulan sekali (kecuali ada kesepakatan lain). Hasil royalti dikirimkan melalui transfer bank, jadi setiap penulis yang sudah diterima wajib mempunyai akun bank.

      5. Novel yang berkesan dengan ending yang meninggalkan bekas mendalam di hati pembaca.

      6. Tidak bisakah tulisan tersebut dikirim ke penerbit lewat hp saja? Tentu saja tidak. Di Indonesia tidak ada yang seperti itu. Kalau di Jepang bisa. Namanya “Keitai Shosetsu” atau Novel Ponsel. Novel tersebut ditulis dengan ponsel dan diterbitkan dalam bentuk aplikasi/ebook yang bisa dibaca lewat ponsel. Novel seperti ini sangat laris dan booming dikalangan pembaca yang rata-rata adalah gadis-gadis Jepang usia sekolah dan kuliah.

      Reply
  44. Nama saya Ayu dari Kab. Ogan Ilir Sumsel..
    Maaf saya banyak nanya tapi inilah inti permasalahan saya.
    Bisakah tokoh utama berperan sebagai antagonis??
    Tolong jawabannya!!

    Reply
    • Bisa. Tokoh utama tidak harus protagonis, bisa juga antagonis. Intinya tokoh utama adalah tokoh yang menjadi pusat cerita.

      Reply
  45. Kak,kalau tema ceritanya tentang kenakalan anak sekolah,misalkan ngebully bisa ga?
    Atau cari tema yang lain aja
    terima kasih ?

    Reply
    • sebenarnya boleh saja, banyak cerita teenlit yang mengmbil tea seperti itu. Tetapi peru digaris bawahi, itu hanya tema kecil, pelengkap saja, kebanyakan tema utamanya percintaan, cinta segitiga antara sahabat, atau cinta pertama. Jadi jangan fokus ke tema pembuliannya.

      Reply
  46. Maaf saya dian dari jogja.
    Saya mau tanya soal penamatan cerita, saya sudah berkali-kali bikin novel, setiap hampir sampe ending cerita selalu ada ide buat ngembangin ceritanya lagi. Jadi ngga selesai karena bingung endingnya. Gimana cara menyiasatinya?

    Reply
    • Ending tidak harus selalu selesai dengan kesimpulan, bisa juga menghadirkan ending menggantung. Kalau ada perkembangan cerita lagi setelahnya, novel bisa dibuat sekuel. Jadi satu benang merah ada lebih dari satu buku.

      Reply
  47. Selamat pagi! Saya suci dari medan..saya suka menulis…saya sudah punya judul…saya ingin menjadi penulis novel dan di terbitkan….pi saya takut tidak layak

    Reply
    • Coba saja dulu, jangan berburk sangka. Siapa tahu justru tulisanmu yang sesuai dengan selera penerbit dan pasar.

      Reply
  48. Selamat pagi, saya Alena. Saya sedang dalam proses menggarap novel, tapi mengalami kendala dalam menentukan latar tempat (nama kota) karena biasanya pada novel2 yg saya baca selalu mencantumkan nama kota, bahkan terkadang ada yg menceritakan kota tersebut dgn detail/spesifik. Permasalahannya adalah, saya hampir tdk pernah keluar rumah krn suatu alasan yg rumit, sehingga saya kuper, dan tentu saja saya kesulitan bila harus menjelaskan deskripsi kota secara spesifik dalam novel yg akan sy buat. Bagaimana solusi utk masalah ini? Mohon bantuan/petunjuknya. Terimakasih.

    Reply
    • Survei lapangan atau pengalaman bisa membuat penulis merasakan setting dengan seluruh inderanya, sehingga penulisan settingnya akan detail dan menarik. Namun sebenarnya kita tidak harus menuliskan setting di novel kita berdasarkan pengalaman atau survei lapangan. Kita bisa membaca diinternet, mengambil referensi dari buku atau menonton video di youtube. Selanjutnya tinggal kita olah saja data tersebut kedalam detail setting yang kita perlukan.

      Reply
  49. Saya Dimas Aquestha dari purwakarta.
    Saya masih amatir dalam dunia pernovelan, kalau boleh tau susunan yang diperlukan dalam Novel itu apa?
    Apakah perlu nanti didalam karya kita di tuliskan biodata sang author/diri kita?

    Reply
    • 1. Silakan dibaca artikel unsur-unsur novel. Beberapa poin itulah yang diperlukan sebelum menyusun naskah novel.

      2. Biasanya memang ada, letaknya di halaman paling belakang sebuah novel. Tidak panjang, biasanya 300-1500 kata.

      Reply
  50. Maaf kak… saya putri dari medan
    Apa boleh menulis novel nama” tempat bisa dikarang sendiri misalnya nama sekolah
    Trimakasih

    Reply
    • Untuk penerbit mayor, tidak. Kalau untuk penerbit minor atau self publishing, iya. Biasanya soal ongkos cetak, layout, dan desain sampul.

      Reply
  51. Selamat pagi,saya mirja dari medan,kalau novel kita dikirim ke penerbit melalui pos bisa atau tidak?terimakasih

    Reply
    • Bisa, tapi sekarang banyak yang menolak atau mulai meninggalkan cara tersebut. Kebanyakan sekarang lebih menyarankan untuk mengirim naskah melalui email. Selain lebih praktis, naskah dalam bentuk naskah berbentuk file ms word hampir tidak meninggalkan sampah dan lebih ramah lingkungan.

      Reply
  52. saya sudah ada ide dan semua saya tulis secara rapi di buku harian saya ,jika saya ingin menulis nya menjadi naskah saya harus mulai dari mana? tetapi saya masih bertanya tanya ,ceritanya slice of life dari pengalaman saya sendiri dan itupun ada banyak konflik dari yang kecil sampai yang besar. apakah konflik sekecil apapun juga di ikut sertakan?
    misal endingnya tidak seperti yang di harapkan oleh para pembaca apakah di perbolehkan?

    maaf pemula yang ingin buat novel bertanya.

    Reply
    • Cerita slice of life biasanya sangat cenderung diminati oleh pembaca dewasa. Jadi untuk memilih konflik juga tidak bisa sembarangan. Pilih konflik yang benar-benar “gawat/berat” serta dekat dengan kondisi/pengalaman pembaca. Jadi mereka seolah masuk dan ikut merasakan jalannya cerita tersebut. Nah, yang seperti inilah yang bisa memberi kesan mendalam. Jika novel yang kamu buat sudah memuat hal-hal seoerti ini, rasa-rasanya novelmu aka sangat diminati pembaca secara luas.

      Reply
  53. Sangat berterimakasih sekali dengan tulisan ini bahkan dengan komen2 yang bagus dan ditanggapi dengan baik shg jadi pelajarn juga.
    Saya menanyakan, kita kan tahu bahwa judul itu sangat penting, bagaimana ya caranya menyempurnakan/menyesuaikan judul yg menarik sesuai cerita.

    Kemudian misalnya saya mau menuliskan pengalaman pribadi. Dan saya adalah tokoh utama, apakah sebagai penulis, saya harus menuliskan bahwa “aku” adalah tokoh dan yg bercerita disana, atau saya hanya seperti penulis yang membuatkan cerita? Bagaimana bagusnya ya..

    Reply
    • 1. Judul adalah hal yang sangat krusial untuk sebuah buku, baik itu fiksi maupun non fiksi. Khusus untuk fiksi, judul bisa sangat dieksplorasi lebih jauh. Jadi untuk membuat judul novel, buatlah semenarik mungkin, yang membuat orang penasaran dan juga bertanya-tanya. kamu bisa memakai istilah asing, istilah gaul, atau bahkan istilah yang “kamu buat sendiri”. Misalkan “Distalasi Alkena”, Wira Nagara.

      2. Kalau cerita pribadi lebih cocok memakai kata ganti orang pertama, “Aku”. Supaya lebih luwes untuk menceritakan jalannya adegan dalam novel tersebut. Tapi tokoh tidak harus terbatas pada si “Aku”, boleh dibantu tokoh lain, misalka sahabat-sahabatnya. Namun sudut pandangnya harus tetap si “Aku” tadi.

      Reply
      • Wah, sangat mencerahkan sekali. Saya kadang mulai menulis, pada kalimat atau penulisan pertama merasa sangat enak dan lancar, ditengah jalan saya sendiri merasa aneh seperti “aduh, ini tidak menarik”
        Kemudia saya ulang lg membaca, memang saya mera enak pada beberapa pragraf, kemudia di akhir oerasaan tidak menyenangkan, seperti aneh “oh, ini seharusnya tidak ditulis, ini akan membosankan”.
        Bagaimana cara penulis mengakali hal seperti itu, bisa berbagi pengalaman. Karena disana saya sering macet dan bolak balik baca hingga menjadi down.

        Dan.. Saya pikir saya ingin menulis banyak, tapi saya adalah org yg tipe berpikiran kacau, bagaimana saya mengatasinya. Adakah penulis kira2 yang menulis dua atau beberapa buku sekaligus berjalan?
        Terimakasih omnibus…

        Reply
        • Selesaikan dulu sampai habis ceritanya baru dibaca dan dikoreksi ulang. Kalau bisa sampai semua chapternya selesai. Atau kalau tidak sabar bisa per chapter atau per dua chapter. Tetapi kebanyakan penulis memutuskan untuk menulis sampai selesai baru dibaca ulang dan digubah jika ada yang tidak pas. Bahkan penulis seperti Dewi “Dee” Lestari pun melakukan hal tersebut. Semua naskah ditulis sampai cerita selesai (draft awal atau draft 1) baru dibaca ulang dan dibenahi (menjadi draft 2). Setelah itu dibaca ulang lagi dan dikoreksi lagi (menjadi draft 3). Proses yang sama diulang sampai mendapati hasil cerita yang diinginkan (disebut draft final) baru dikirimkan ke penerbit. Jadi proses menulis itu panjang, tidak ada yang sekali tulis langsung sempurna.

          Reply
  54. saya fauziah dari jambi.. udah lama banget mau buat novel tentang kisah sendiri tapi bingung gimana buatnya nih??

    Reply
    • Tulis saja semua unsur-unsur novel yang dirasa perlu untuk ditulis dalam novelmu. Seanjutnya lakukan langkah-langkah seperti yang tercantum di atas. Selanjutnya tulis dalam bentuk rangkaian cerita menjadi draft 1 (draft awal) selanjutnya koreksi lagi untuk dibenahi penulisan dan juga susuna certanya. Barulah jadi draft 2. Ulangi langkah koreksi sekal lagi, Kalau ada koresi, benahi lagi. Kalau tidak ada koresi, maka naskah tersebut merupakan draft final yang siap untuk dikirim ke penerbit.

      Reply
  55. Selamat sore, Saya putri.saya mau bikin novel tapi didalam cerita saya terdapat dialog percakapan antara pemain yang banyak, apakah itu bisa jadi novel atau tidak?

    Reply
    • Bisa, asalkan porsinya tidak terlampau banyak. Paling banyak 40:60, 40% percakapan itu sudah paling maksimal.

      Reply
  56. Nama saya ridho min dari palembang, saya sudah buat kerangka ceritanya min dan saya sudah coba tulis cerita pendeknya min, maksud saya biar saya tidak lupa dengan alur cerita jadi saya buat cerita pendeknya, tapi yang bikin saya bingngung novel harus ada bab atau chapternya ya min ?
    Kalo harus pake itu saya bingngung buatnya min biasanya kalo nulis itu plong aja gak pernah ada bab atau chapternya min.
    Tolong masukannya min

    Reply
    • Bab atau chapter adalah pengelompokan alur cerita dan inti pengisahan bagian-bagian cerita. Kalau tidak dibuat bab atau chapter, inti setiap bagian cerita yang dikisahkan akan kabur atau tanpa inti. Jadi pembaca akan merasa jalan ceritanya terlalu datar, tidak ada penekanan.

      Sebagai contoh, kalau kita dari rumah akan menuju pasar, kita melewati pos ronda, lapangan sepakbola, deretan pedagang kaki lima, menyeberang jalan raya, baru lah kita sampai ke pasar. Nah, baba atau chapter itu mengisahkan setiap penggalan atau bagian dari cerita ke pasar tadi. Chapter 1 berkisah tentang perjalanan ke pos ronda, disana melihat apa, ada kejadian menarik apa, dan seterusnya. Begitu pun dengan chapter 2 di lapangan sepakbola dan seterusnya sampai chapter pasar.

      Kalu dibaca secara runut, maka chapter-chapter tersebut saling berkaitan dan menciptakan alur atau jalannya cerita dalam novel secara utuh.

      Reply
  57. saya nura dari kediri, saya masih pemula untuk menulis novel.. saya bingung untuk membuat percakapan yang terjadi dalam cerita, bahasa yang digunakan yang menunjukkan bagaimana adegan itu berjalan.

    Reply
    • Lakukan secara natural saja, tidak usah dibuat-buat atau dikarang-karang. Libatkan situasi dan emosi layaknya seseorang berbicara dan berkomunikasi satu dengan yang lain dalam kehidupan sehari-hari.

      Reply
  58. Malam kak..
    Aku mau nanya, aku baru mau nulis nivel tapi biasanya kalo udah nulis ditengah-tengah, biasanya apa yg mau aku tukis, ilang gitu aja. Apa ada saran atau pencerahan gitu?

    Reply
    • Pertanyaan serupa sudah pernah dijawab sebelumnya, kurang lebih pertanyaannya sama. Coba dibaca lagi komentar yang berisi pertanyaan yang sama di bagian atas kolom komentar ini.

      Reply
  59. Makasi banyak bro semoga novel gua bisa keluar tahun depan walau sebenarnya ini masih cari tutoriaal2 hahahahha… btw thx banget bro.. kebantu banget gua baca artikel lu moga makin sukses bro… see yaa..

    Reply
  60. Selamat malam kak, mau tanya kalo novel saya mau saya jadikan beberapa story misal judul perasaan hati 1 dan perasaan hati 2 dan selanjutnya…kira2 ending nya yang pas gimana ya kak, untuk judul perasaan hati 1. Apa harus di karang atau masih nanggung?solusi kak? Soalnya saya mau buat ke beberapa story.
    Mohon di balas.. Trimakasih

    Reply
    • Kalau ending itu sepenuhnya ada di penulis, orang lain, tidak berhak ikut campur menentukan. Editor sekali pun hanya akan memberikan arahan bukan saran endingnya bagaimana.

      Kalau soal judul, sebaiknya jangan Perasaan Hati 1, lalu Perasaan hati 2 dan seterusnya. Gunakan judul yang mewakili isi novel, namun tetap diberi keterangan bahwa itu sekuel lanjutan dari novel pertama. Misalkan novel pertama: Perasaan Hati. Novel kedua: Surat Rahasia, lalu dibawah judul diberi keterangan “Sekuel Kedua dari Novel Perasaan Hati”. Begitu dan seterusnya.

      Reply
  61. Halo kak..
    Mau tanya, saya sudah memiliki ide dan menentukan genre. Tapi saya masih dalam tahap riset secara mendalam sih..
    Ano, kendala saya dalam menulos adalah saya tidak bisa menjelaskan atau mendeskripsikan sesuatu/kejadian/cerita secara baik. Saya adalah orang yang susah dalam memberikan penjelesan. Karena itu saya merasa susah dalam mendeskripsikan cerita saya..
    Kakak punya solusi nya?
    Terimakasih..

    Reply
    • Belajar menulis secara deskriptif. Mulai saja dengan menuliskan apa yang ada disekitarmu. Misalkan tentang kejadian apa saja yang kamu lakukan hari ini. Mirip membuat diary, tulis secara natural, tidak usah memaksakan untuk menulis sampai mendayu-dayu. Sebab poin dari menulis novel bukan tentang diksi yang mendayu-dayu, tapi soal kemampuan menarik pembaca untuk masuk dalam cerita novel yang kita tulis. Sehingga pembaca tertarik untuk menuntaskan bacaanya dari lembar pertama sampai lembar terakhir.

      Reply
  62. Assalamu’alaikum! Sudah sejak lama saya ingin menulis novel,tapi baru akhir2 ini saya mulai merealisasikannya. Tapi selalu,berhenti di tengah2 karena ragu dan nggak tahu mau di bawa ke mana alurnya. Dan saya juga kesulitan menyusun tata bahasa yg menarik. Bagaimana solusinya?

    Reply
    • Silakan baca beberapa komentar yang sudah dijawab. Kalau tidak salah, pertanyaan ini sudah pernah dibahas sebelumnya.

      Reply
  63. Maaf kak,saya mau tanya,apakah dalam membuat novel itu?
    1.harus ada puisinya
    2.bisa menceritakan tentang kesedihan hidup pribadi
    3.minimal buat novel itu berapa halaman
    Mohon di jawab ya
    Terima kasih

    Reply
    • 1. Tidak. Novel itu soal mengajak pembaca masuk dan merasakan cerita dalam novel. Jadi tidak masalah apakah diksi yang digunakan biasa atau pun kaya diksi, sepanjang cerita bisa mengalir dan sampai pada pembaca, maka novel itu dapat dikategorikan novel yang bagus.
      2.Bisa. Sangat bisa.
      3. Umumnya minimal 100 halaman Ms. Word dengan ukuran kertas A4.

      Reply
  64. Selamat siang ka. Saya ingin bertanya. Saya sudah selesai membuat novel pertama saya dan sudah berkali-kali dibenahi (penulisan, alur cerita, dll) dan mencoba ingin mengirim ke sebuah penerbit. Tapi, sebelum mengirim ke penerbit, apa yang harus dilakukan lagi?
    Dan, bagaimana kita tahu kalau novel kita diterima atau tidak? Dan biasanya waktunya berapa lama? Terima kasih.

    Reply
    • Sebelum mengirim ke penerbit, cek dulu syarat atau peraturan pengiriman naskah ke penerbit yang dituju. Patuhi semua yang tertera di sana kemudian kirimkan naskah finalmu.

      Naskah yang masuk sesegera mungkin akan dilihat dan dipertimbangkan oleh editor. Jika setelah 3 bulan tidak ada kabar, maka naskah novelmu ditolak oleh penerbit. Jika naskahmu layak naik meja cetak, kamu akan dihubungi via email atau kontak yang tertera.

      Reply
  65. Selamat malam ka…saya ingin bertanya.Karna saya masih pemula,biasanya dalam pembuatan novel apa yang lebih penting?dialog atau cerita?dan bila kita sebagai orang ketiga yang menceritakan cerita apa yang bagus ditulis ketika selesai menuliskan dialog.Nama pemerannya atau menggunakan -nya?

    Reply
    • Kedua-duanya sangat penting, sebab jika keduanya tidak bisa saling mendukung, maka masing-masing bagian dalam cerita yang ditulis tidak akan mengalir. Jika cerita dalam novel tidak mengalir, maka kemungkinan naskah yang kamu kirimkan tidak akan diterima oleh penerbit.

      Karena kamu memposisikan diri sebagai orang ketiga, eksplorasimu kedalam cerita otomatis sangat luas. Jadi kamu bisa mengkombinasikan keduanya secara pas dan tidak berlebihan. Sehingga nantinya pembaca tidak bosan atau merasa terganggu karena kamu terlalu banyak menggunakan “nya” atau “nama” tokoh di dalam novelmu.

      Reply
  66. Hai kak aku Risna, mau nanya dong dalam pengiriman naskah setiap part itu harus di pisah? Atau boleh gak dalam satu lembar itu ada 2 part? Mohon jawabannya terimakasih kakak ^^

    Reply
    • Novel yang memiliki sekuel sebaiknya dikirimkan secara terpisah. Dahulukan novel sekuel yang pertama dulu saja, beri keterangan di halaman belakang, bahwa novel yang kamu kiriman ini memiliki sekuel lanjutan. Kemudian tunggu apakah novelmu diterima atau tidak, jika iya, biasanya kamu akan diminta untuk mengirimkan sekuel bagian selanjutnya untuk ditinjau ulang kembali. Jika seluruhnya disetujui, maka kemungkinan untuk novel sekuelmu diterbitkan akan sangat besar.

      Reply
  67. Halo kak.. saya Tika dari Maluku.
    saat ini saya masih dalam proses penulisan novel saya. Novelnya bergenre teenlit karna kisahnya diambil seputar kehidupan remaja SMA. tapi sebenarnya saya masih bingung juga dengan penggunaan bahasanya. karna saya lebih nyaman menggunakan bahasa yang baku dalam setiap percakapan para tokoh mis pake aku kamu karna jujur saja saya masih enggan jika harus menggunakan panggilan gue loe. Menurut kk gimana? apakah sebaiknya saya gunakan saja bahasa yang tidak baku? karna kebanyakan dari novel2 teenlit yg saya baca semuanya identik dengan penggunaan gue loe. Trima kasih

    Reply
    • Bahasa baku dalam teenlit secara utuh (tanpa ada campuran bahasa gaul) sebenarnya boleh saja, tidak ada masalah. Apalagi jika si penulis sendiri nyaman dengan itu, maka tidak masalah, lanjutkan saja.

      Salah satu alasan kenapa banyak yang memakai bahasa gaul adalah alasan segmentasi. Karena pembaca teenlit kebanyakan anak muda, maka penulis ingin mendekatkan karya mereka kepada pembaca melalui gaya khas dan pembawaan anak muda, salah satunya kosa kata bahasa gaul. Kedua, setting teenlit kebanyakan adalah di perkotaan besar, dimana anak muda di sana sangat kental dengan bahasa gaul. Jadi novel disisipi bahasa gaul supaya sesuai dengan setting, kalau bisa senatural mungkin pemilihan bahasanya.

      Namun untuk penulis yang nyaman dengan bahasa baku, hal seperti ini bisa disiasati dengan mudah. Pakai saja bahasa baku yang kasual, tidak terlalu formal, dan ditambahkan beberapa istilah gaul/slang. Kalau pun nanti naskah itu naik ke meja cetak, nantinya beberapa bagian akan mendapatkan saran dari editor. Jadi tidak usah ragu untuk menulis berdasarkan gaya kamu sendiri.

      Reply
  68. Saya sedang menulis sebuah novel tapi saya bingung untuk membuat judul apa? Novel saya bercerita ttg seirang adik kelas yang menyukai kakakelas. Terimakasih ☺

    Reply
    • Novel bergenre teenlit sangat bisa dieksplorasi secara bebas dari segi judulnya. Bisa karena mewakili benang merah dalam cerita, alasan adanya cerita, nama lokasi/landmark, nama makanan, bahkan bisa juga hanya judul unik yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan cerita.

      Itulah sebabnya kebanyakan novel bergenre seperti ini menggunakan pemilihan judul yang sedikit unik dan mengundang rasa ppenasaran. Itu kuncinya. Kamu bisa meniru pemilihan judul seperti drama Korea, drama Jepang, atau drama Asia lainnya. Rata-rata pemilihan judulnya unik. Sehingga banyak orang penasaran dengan cerita yang ada di dalamnya.

      Reply
  69. Selamat sore. Namaku Andy.
    Saat ini aku sedang dalam proses menulis novel (masih proses pembuatan kerangka). Tema dalam novelku tentang mitologi Dewa-Dewi wayang Jawa, ceritanya sih tentang seorang anak berdarah campuran (sedengah dewa) seperti kisah Percy Jackson. Apakah aku termasuk plagiat, jika menggunakan tema yang sama seperti novel-yang sudah beredar?
    (Namun alur ceritanya nggak sama dengan Percy Jackson, cuma temanya saja yang menginapirasiku, karena aku suka mitologi tentang Dewa-Dewi)
    Terimakasih

    Reply
    • Sebenarnya tidak masalah. Karena ide original itu sebenarnya tidak ada, hampir semua ide cerita itu daur ulang dari cerita yang sudah pernah ada. Sebagai contoh, ide cerita Percy Jackson itu sama dengan ide cerita Perseus. Sama sama mengangkat cerita tentang Demi God (manusia setengah dewa) yang nantinya melawan dewa lainnya. Jadi sekali lagi tidak masalah, asalkan kamu memiliki alur cerita dan plot yang tidak sama persis/menjiplak cerita yang sudah ada, maka karyamu bisa dipublikasikan.

      Reply
      • Saya sangat berterimakasih untuk setiap tanggapan komentar yg masuk ke email. Kiranya omni terus dan kalau bsa lbh cepat jk ada waktu luang supaya bisa mengetahui lbh banyak karena sedang dalam penulisan 🙂
        Dan semoga karya karya pengikut omni bisa publish. Makasih bosss

        Reply
        • Terimakasih. Sebisa dan sesegera mungkin komentar yang masuk akan kami balas. Sementara untuk email memang kami agak kesulitan membalas karena harus membagi waktu. Selama ada waktu luang, tentu saja akan kami balas.

          Reply
          • Selamat malam omni, saya benar benar butuh pertolongan ?
            1. kalau cerita serial, apakah disetiap serial terutama serial pertama, kita harus membubuhkan bahwa buku kita itu berserial?
            Contohn: sekarang saya memiliki judul “HARAPAN, Menuju Berastagi hingga Medan”, dalam cerita prtama ini hanya membahas bagaimana kejadian mereka menuju Medan” untuk serial selanjutnya, baru menceritakan kisah mereka disana
            2. Untuk judulnya apakah berbeda setiap serial?
            3. Skarang saya kan sedang menulis nih, nah didalamnya terdapat cerita maju mundur, apakah itu boleh, menurut pengalaman omni apa kah itu membuat pembaca menjadi malas baca?
            4. Saya sedang menulis kisa beberapa tahun lalu, dimana semuanya tidak terlalu modren dan dipedesaan pula. Menurut omni, apakah itu mengurangi minat pembaca di tahun modren ini?
            5. Omni, bagaimana sih membuat konflik biasa supaya tetap menarik?
            6. Omni, adakah novel yang isinya tanpa percakapan (penulis hanya menceritakan), tanpa ada dialog didalamnya ? ?
            7. Omni, konflik konflik seperti apa ya kira kira yang disukai pembaca?
            8. Kalau pelaku didalamnya terlalu banyak, apakah itu membuat novel tidak menarik?

            Itu dulu Omni, saya tunggu bantuannya ya..
            Nanti saya tambahi lagi pertanyaannya.. ?

          • 1. Novel berseri mengutamakan penyelesaian konflik secara terpisah. Jadi seri pertama ada konflik 1 dan diakhiri dengan penyelesaian konflik 1 dan masuk konflik 2. Selanjutnya seri kedua membahas konflik 2 dan menyelesaikan konflik 2. Begitu.
            2. Tidak harus. Boleh beda, boleh sama namun diberi keterangan. Contohnya Ayat-ayat Cinta bagian 1 dan Ayat-ayat Cinta bagian 2.
            3. Boleh, tidak masalah. Bosan atau tidak itu tergantung porsinya dan bagaimana membawakan alurnya. Sepanjang masih di porsi yang pas, maka hasilnya akan enak dibaca dan diikuti.
            4. Mungkin sedikit ada pengaruhnya, tapi untuk beberapa segmen pembaca dikisaran usia tertentu masih relevan. Jadi kamu bisa menyasar embaca di segmen tersebut.
            5. Salah satunya dengan mengahadirkan rasa enasaran dan twist/keadaan yang tidak terduga.
            6. Rasanya tidak ada. Pasti semuanya ada, walaupun porsinya hanya sedikit.
            7. Seperti no. 5.
            8. Terlalu banyak akan membuat cerita melebar dan bertele-tele. Sedikit lebih bagus, asalkan fokus pada tokoh, penokohan, dan ceritanya.

          • Maaf omni atas pertanyaan menumpuk ini,
            1. Jika saya mencadok sebuah nama organisasi, atau tempat seperti hotel/perusahaan/kumpulan/geng.. Apakah membutuhkan ijin dari mereka?

            2. Jika saya membuat sebuah tempat/organisasi (imajinasi) pada beberapa bagian cerita, Sementara dri awal saya berangkat dri kisah nyata klasik dengan menggambarkan semuanya secara real, apakah itu akan nyambung/tidak merusak cerita?
            3. Saya kan mengawali terjadinya cerita itu dimulai dari kehidupan real. dengan maksud setiap tokoh utama akan menjadi pengisi cerita dengan menghubungkan kejadian mereka dimasa lalu. Semacam sebab akibat.
            4. Haruskah setiap org yang berhubungan dengan tokoh utama yang sebelumnya sudah di jelaskan agak banyak tentang “siapa dia” bagi tokoh utama mesti ikut berperan sampai akhir cerita?
            Maaf atas pertanyaan pemula yg mungkin menyebalkan omni..
            Saya jg sudah mencoba blajar lbh bnyk dng membaca buku penulis ternama

          • Pertanyaannya saya rangkum jadi satu saja. Jika kamu bermaksud menggunakan nama orang, tempat, organisasi dan lain sebagainya, yang itu nyata, maka kamu wajib minta izin dahulu. Karena mungkin saja ada beberapa bagian dari privasi mereka kamu langgar, seperti identitas, alamat, dan sebagainya. Selain itu jika dari awal semuanya berdasar hal-hal nyata, sampai akhir juga harus nyata, begitu pun sebaliknya. Tokoh utama harus ada dari awal sampai akhir, tokoh lainnya boleh hilang sewaktu-waktu, tapi tetap harus berdasarkan alur yang jelas.

  70. Saya mau tanya , saya kalau buat sebuah naskah kebiasan menggunkn bahasa baku , pas ditulis si bagus , tpi pas temen saya nyoba percakapan mengikuti naskah saya kok kedengarannya sangat kaku ya , jdi kyak di buat buat ,jadi saya minta sarannya gimana bahasa yang bagus tidak lebay tapi juga tidak kaku kalau di baca

    Reply
    • Novel yang bagus adalah novel yang memiliki diksi yang sesuai dengan genre ceritanya. Namun beberaa enulis memang memunyai ideologi sendiri, jadi tidak ada salahnya menggunakan bahasa baku. Nah, supaya tidak terkesan “kaku”, sebaiknya kamu menggunakan bahasa baku yang kasual. Bukan bahasa gaul, tapi bahasa pergaulan sehari-hari. Tidak terlampau sopan dan tidak terlampau selengekan.

      Reply
  71. Maaf lagi ni banyak nanya namanya jga pemula ya , kalau bahasa yang baku tapi kesual itu contohnya kyak gimana ya ? trs saya kan sebenernya dari awal lebih pgn jadi penulis naskah skenario film , menurut omnibussenja lebih mudah mana menulis skenario apa novel ?

    Reply
    • Salah satu contohnya penggunaan kata ganti orang bisa menggunakan aku-kamu, bukan lo-gue atau saya-anda. Kemudian gunakan beberapa kata dalam bahasa daerah atau bahasa asing seperlunya (kalau dibutuhkan). Sehingga percakapan antar tokoh bisa terlihat tidak kaku dan formal.

      Agak sulit mengatakan mana yang lebih mudah dan mana yang lebih sulit. Karena keduanya mempunyai teknik dan dasar penulisan yang berbeda. Orang yang bagus dalam menulis novel belum tentu bisa menulis naskah film. Begitu juga sebaliknya. Jadi sekedar saran saja, kalau kamu mau tahu kamu yang pas buatmu yang mana, coba saja keduanya. Lalu putuskan kamu ingin fokus dimana.

      Reply
    • Tidak ada batasan harus berapa halaman atau minimal maksimalnya. Panjang cerita sesuai keinginan penulis. Hanya saja kalau cerita terlalu panjang dalam satu chapter terkadang membuat pembaca bosan, apalagi jika isi ceritanya bertele-tele dan berulang-ulang. Jadi sebaiknya perhatikan juga hal-hal seperti ini.

      Reply
      • Untuk ukuran kertas novel kita nanti, apakah itu tergantung penulis atau tergantung penerbit, Omni?
        Trus jumlah minimal 100 di A4, begitu ya..

        Reply
    • Tidak juga. Pembaca hanya menginginkan akhir yang mengena di hati mereka. Bisa sedih, bahagia, atau bahkan menggantung. Masing-masing ada kelebihan dan juga kekurangannya. Tapi selama ditempatkan secara baik pada porsi yang seharusnya, maka tentu saja tidak jadi masalah.

      Reply
    • Ending yang mengena di hati pembacanya. Karena ending yang seperti itu akan menimbulkan memori yang kuat terhadap novel yang mereka baca. Baik itu ending sedih, bahagia, atau bahkan ending yang menggantung.

      Reply
  72. Aku mau tanya , dulu kn sbnrnya aku pngennya jdi penulis naskah skenario , tpi skrg kpkrn buat nulis novel ,mnurut omnibussenja lbih mudah mna jadi pnulis naskah skenario ap novel dan persentasi diterimanya karya kita lbh besar mna ? Makasih

    Reply
    • Tidak ada jaminan pasti apakah salah satu atau keduanya diterima. Tugas penulis hanya sebatas berusaha. Kalau kamu merasa masih belum tahu akan serius dimana, tulis saja keduanya, kirimkan keduanya, lihat mana yang bisa membawa kabar baik. Atau sedari sekarang kamu tentukan saja kamu lebih nyaman dimana, lakukan dengan sungguh-sungguh sampai kamu mencapai apa yang kamu targetkan.

      Reply
    • Rasanya editor akan langsung menyuruh untuk merombak naskahmu. Satu novel dua chapter itu terlalu panjang. Bagilah paling tidak menjadi 5-8 chapter.

      Reply
  73. saya sedang membuat cerita bergenre fantasi dan berniat untuk di publikasikan.Kehidupan dalam cerita saya di mulai dari dewa dewi versi saya sendiri atau tidak berdasarkan sejarah.Planetnya pun bukan planet bumi.Nah,apakah hal tersebut bisa diterima penerbit dan tidak melanggar agama?.mohon untuk dijawab ya kak!!

    Reply
    • Bisa. The Hobbit adalah salah satu contoh yang sukses di pasaran. Kamu bisa mencontohnya.
      Inti dari novel fantasi adalah keunikan cerita dan alurnya, sepanjang hal tersebut ada di novelmu, penerbit tidak akan ragu menerbitkannya.

      Reply
  74. halo kak, saya mau tanya kalau cerita di dalam novelnya nyeritain kisah masa lalu tokoh bisa gak, dan gimana cara penulisan untuk percakapan lebih dari tiga orang, mohon bantuan nya, terima kasih kak

    Reply
    • Bisa. Tinggal mainkan saja alurnya, pakai alur mundur/flashback. Sedangkan untuk percakapan tiga tokoh atau lebih, pakai metode percakapan bergantian atau saling sahut. Nah, disela-sela beberapa percakapan yang seru, kamu bisa menambahkan flashback tadi secara sekilas, suara batin, atau angan-angan salah satu atau beberapa tokoh yang terlibat dalam percakapan tersebut.

      Reply
  75. Oh iya,kalo cerita fantasi sudut pandang menulisnya lebih baik jadi sudut pandang tokoh utama atau penulis?

    Reply
    • Dua-duanya bisa, pilih saja yang menurutmu paling mudah dan enak untuk dikembangkan ceritanya.

      Reply
  76. kak saya mau nanya,
    1.kalo cerita fantasi enaknya pakai sudut pandang mana ya kak?.
    2.Terus saya kan masih pelajar,jadi ada saran gak kak cara membagi waktu buat belajar sama waktu untuk menulis?
    3.jika ingin dikirim ke penerbit,dibelakang cerita harus ada biografi penulis atau gak?
    DITUNGGU JAWABANNYA YA KAK………

    Reply
    • 1. Orang pertama atau orang ketiga, dua-duanya bisa. Tinggal kamu pilih yang mana yang menurutmu akan banyak mengeksplorasi cerita dalam novelmu.
      2. Menulislah diwaktu luang, misalkan saat istirahat sekolah, sepulang sekolah, atau waktu-waktu luang lainnya.
      3. Ya, itu salah satu syaratnya. Tidak usah panjang, singkat saja, 300-500 kata cukup.

      Reply
    • Secara tertulis hak cipta karya dipegang oleh penulis, sedangkan hak cipta penerbitan dipegang oleh penerbit. Selama kontrak kerjasama masih berlaku, kesepakatan tersebut masih berlaku pula. Kecuali kedua belah pihak sudah tidak bersepakat, penerbit bisa menerbitkan naskahnya di penerbit lain. Tapi itu jarang sekali terjadi. Sebab penerbit yang memiliki penulis “andalan” akan memperpanjang kontrak mereka. Bahkan jika mungkin sampai akhir hayat dan sepeninggalnya.

      Reply
  77. asalamualaikum kak saya ahmad dari nagreg, kak saya mau tanya biasanya 1bab berapa halaman power point, dan apa perbedaan nya novel biasa sama light novel

    Reply
    • Tidak ada prasyarat yang mengikat perihal berapa jumlah halaman setiap satu bab. Satu bab baiknya tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek. Kalau dikira-kira, mungkin satu bab bisa 5-10 lembar A4.

      Reply
  78. permisi mas/mbak, saya punya masalah dengan pengawal cerita,tolong di bantu.
    misal saya punya tema seperti ini,”bercanda berujung rasa” untuk mengawalinya gimana ya.
    kalo bisa di kasih contoh biar saya makin paham. trimakasih

    Reply
    • Kalau dilihat secara sekilas, cocoknya dibuka dengan percakapan yang ringan setengah bercanda antar tokoh saat dibangku sekolah. Biasanya cerita atau isi percakapannya tentang mimpi/cita-cita, cinta, atau target kedepan. Jadi cerita flash back rasanya paling cocok jadi awalan untuk tipe cerita seperti ini.

      Reply
  79. Saya mau tanya. Saya ini masih pelajar SMP, apa saya bisa jadi penulis. Waktu itu saya pernah lihat dan baca salah satu blog website milik salah satu penerbit buku, disitu tertera untuk menjadi penulis itu orang dewasa atau setidaknya mahasiswa. Apakah iya? Mohon bantuannya? Maaf saya baru pemula, belum terlalu faham dan mengerti. Terima kasih.

    Reply
    • Kalau ingin jadi penulis di penerbit mayor memang ada persyaratan semacam itu. Sebab menjdi penulis di penerbit mayor itu sibuknya luar biasa, mulai dari tahap pra cetak sampai cetak, promo dan bedah buku, meet and greet, dan lain sebagainya. Sehingga untuk penulis yang berstatus pelajar akan banyak mengganggu waktu belajar dan pendidikannya. Jadi itulah salah satu alasan mengapa pelajar tidak diperkenankan menjadi penulis di penerbit mayor.

      Reply
  80. Saya mau tanya. Saya ini masih pelajar SMP , apakah saya bisa menjadi seorang penulis. Terima kasih.

    Reply
    • Bisa. Tentu saja bisa. Siapa saja bisa menjadi penulis. Terus berlatih dan membiasakan diri untuk menulis adalah langkah awal yang wajib kamu lakukan.

      Reply
  81. Halo. Saya Gladis dari Bali, saya mau tanya. Jika misalnya waktu antara menulis novel dan belajar terbentur, saya tidak mungkin mengabaikan pelajaran. Ide memang sudah saya catat, agar tidak lupa karena berhenti menulis untuk fokus pada yang lain. Tapi kadang-kadang, saya ingin mengubah ide itu menjadi yang baru karena mendapat pengalaman lain. Apa hal ini tidak apa”? Bagaimana kalau malahan hal itu membuat ceritanya terkesan dipaksakan? Jadi sebaiknya saya harus beracu pada ide awal, atau malah mengubah ide?

    Reply
    • Sebaiknya selesaikan ide awal kemudian dibaca kembali. Jika rasa-rasanya sudah pas, coba minta beberapa orang untuk membaca dan memberikan penilaian. Baru setelah itu kamu bisa simpulkan apa kurang dan lebihnya dari novelmu. Catat semua kekurangannya, lalu coba masukkan beberapa perbaikan, bisa bisa dari hal-hal baru yang kamu temukan atau sekedar memerbaiki yang sudah ada.

      Sedangkan untuk membagi waktu dalam menulis, kamu bisa memanfaatkan waktu luang dan hari libur. Bahkan ada beberapa penulis yang sangat sibuk sengaja meluangkan waktu di akhir pekan untuk menulis. Jadi kalau kamu tahu dengan baik jadwal harianmu, pasti ada waktu-waktu tertentu yang kamu benar-benar bebas untuk menulis tanpa khawatir mengganggu aktivitasmu yang lain. Gunakan waktu tersebut dengan maksimal dan produktif.

      Reply
  82. Assalamualaikum ka, aku mau tanya. Kalo menulis novel sebaiknya semua kakter diperjelas ciri2nya atau hanya beberapa aja yg perlu diperjelas??
    Terimakasih

    Reply
    • Beberapa yang penting dan mendukung cerita sebaiknya dihadirkan secara jelas. Nah, dari ciri-ciri tersebut kamu bisa membangun penokohan dengan ciri khas yang sangat kuat. Jika sukses, maka pembaca akan selamanya ingat dengan tokoh yang kamu buat dengan segala macam keunikan dan ciri khasnya.

      Reply
  83. Aku ingin membuat cerita dgn tokoh penyanyi tapi, belum tahu kayak mana mencari konfliknya penyanyi itu sendiri. Tolong dong kasih sarannya

    Reply
    • Ide cerita dan konflik bisa datang dari mana saja, misalkan dari percintaan temanmu yang seorang anak band, kisah artis, fantasi idola drama korea mu, atau bahkan kisah yang kamu susun dari berita yang kamu baca di internet.

      Reply
  84. Selamat sore. Nama saya Ayu. Saya ingin menanyakan beberapa hal.
    1. Apa boleh jika kita menulis novel di setiap bab sudut pandangnya berbeda ? Misalkan: Di bab 1 memakai sudut pandang orang pertama, di bab 2 memakai sudut pandang orang ketiga, dan di bab 3 kembali memakai sudut pandang orang pertama. Apakah boleh ?

    2. Bolehkah dalam percakapan menggunakan bahasa ‘lo, gue’ tapi di deskripsi memakai kata ‘aku’ ?

    3. Jika naskah diterima penerbit, apa penerbit akan meminta penulis untuk bertemu ?

    Maaf sebelumnya saya banyak bertanya ^_^

    Reply
    • 1. Boleh. Asalkan tidak membuat plot cerita menjadi kabur. Sehingga jelas alur cerita dan juga benang merah antar bab yang satu dengan yang lainnya.

      2. Sebaiknya diseragamkan dengan karakter atau penokohan yang ada dalam novelmu. Kalau karakternya anak gaul perkotaan ya sebaiknya pakai “lo-gue” untuk bagia percakapan dan deskripsinya.

      3. Ya, tentu saja. Workshop sebelum penerbitan atau rapat kecil pasti ada.

      Reply
  85. Mohon bantuannya kak saya yuli dari baubau saya adalah pemula yg ingin mengetahui lebih dalam cara membuat novel yg baik dan mudah untuk pemula seperti saya, apakah boleh klau saya membuat sebuah cerita langsung ke komputer tanpa harus menulis tetapi saya lebih sering berlatih menguraikan kata katanya di media sosial seperti fb dan instagram dan maksimum jumlah halaman novel itu paling sedikit berapa kak. mohon bantuanya?

    Reply
    • Kalau kamu terbiasa menulis di sosial media, mulailah belajar menulis di komputer. Pada beberapa kasus, ada penulis pemula yang lancar menulis cerita di sosial media tetapi mendadak terbata dan habis ide ketika menulis naskah novel di komputernya. Jangan khawatir, itu hal biasa kamu hanya butuh penyesuaian saja. Asalkan rutin berlatih dan fokusmu hanya untuk menulis, pasti nanti terbiasa.

      Minimal jumlah halaman untuk naskah novel 100 halaman A4, tidak boleh kurang, lebih boleh.

      Reply
    • Naskah langsung cerita, tidak perlu melampirkan hal-hal lain selain naskah novel itu sendiri. Sinopsis, biodata penulis, dll umumnya disertakan di badan email. Kecuali ada syarat dan aturan khusus, rasanya semua penerbit menggunakan aturan yang sama.

      Reply
  86. Kak aku indri dari Bogor, kak mau tanya kan aku pemula banget nih nulis novel, belum ngerti dasar dasarnya, nah aku coba coba nulis, novel aku ini berkisah tentang persahabatan, percintaan, dan konflik sebuah keluarga, kalo misalnya mau dikirim ke penerbit, itu langsung email atau kontekan dulu baru ngirim email? Trus cara untuk mengetahui agar cerita kita itu sesuai dengan kebijakan penerbit gimana ya kak?

    Reply
    • Langsung dikirimkan ke email penerbitnya. Kalau untuk kesesuaian cerita, kamu bisa baca keterangan lebih lanjut di penerbitnya. Beberapa penerbit punya beberapa divisi penerbitan, ada yang khusus novel dewasa, ada yang khusus novel teenlit, dan lain sebagainya. Naskah novel dewasa tidak akan diterima di divisi teenlit begitu pun sebaliknya. Jadi pastikan kamu mengirimkannya ke divisi peerbitan yang tepat.

      Reply
  87. Untuk pemula apakah hal paling utama yang harus diperhatikan dalam menulis novel, lalu bagaimana cara membuat pembaca bisa masuk kedalam inti cerita? Terimakasih sebelumnya

    Reply
    • 1. Hal yang pertama sekali wajib dimiliki penulis pemula adalah kemampuan membangun cerita.
      2. Membuat cerita yang mewakili perasaan atau keadaan si pembaca, sehingga pembaca seolah-olah mengalami dan merasakan dirinya di posisi sang tokoh. Jika sudah seperti itu, maka pembaca akan otomatis masuk dalam cerita yang kita buat. Cara paling mudahnya adalah dengan membuat cerita yang “hampir semua orang mengalaminya”, msalkan jatuh cinta, patah hati, cinta segitiga, persahabatan, dan lain sebagainya.

      Reply
    • Aturan tentang Ejaan yang disempurnakan. Seluruh isi naskah wajib ditulis dan disusun berdasarkan aturan tersebut. Jadi EYD tidak hanya terpaku pada aturan penulisan baku, tetapi juga penyusunan dan penyuntingan kata atau kalimat dalam keseluruhan isi naskah.

      Reply
  88. Saya Annisa dari Medan. saya mau bertanya, kebetulan saya sangat pemula dalam menulis. Keseringan menulis puisi, jarang menulis novel. Baru beberapa hari ini saya punya ide yang pas untuk menulis novel. Dan tema yang saya ambil tentang persahabatan juga cita2 digabungkan. Tetapi saya masih ragu dalam hal penulisan dialog si cerita. Bagaimana menggambarkan kesan percakapan di cerita yang tidak terlalu baku dan tidak terlalu bahasa gaul. Terimakasih.

    Reply
    • Gunakan bahasa pergaulan sehari-hari yang kasual, tidak baku dan juga tidak terlalu gaul. Misalkan saja kata ganti orang: Saya (baku), Gue (gaul), Aku (kasual). Contoh dalam kalimat: Sepertinya saya ingin pergi ke Surabaya (baku), Kayaknya gue mau cabut ke Surabaya deh (gaul), Rasanya aku punya keinginan untuk pergi ke Surabaya pagi ini (kasual). Kurang lebih contohnya seperti itu, silakan kembangkan lebih jauh.

      Reply
      • Saya telah memulai membuat novel. Telah menyelesaikan satu chapter. Dan berencana nantinya akan dikirimkan ke penerbit minor. Menurut Omni, saya harus menyerahkan naskah saya ini kepada penerbit mayor atau penerbit minor? Terima kasih

        Reply
        • Kalau kamu yakin naskahmu pantas diterbitkan di penerbit mayor, coba kirimkan ke sana. Jangan ragu. Coba saja dulu.

          Reply
  89. Aku ingin mendengar saran bagaimana caranya untuk mengembalikan ide yang tiba-tiba “beku” saat menulis? Kalau lagi tidak menulis ideku mengalir,tapi kalau lagi menulis suka tiba-tiba buntu. Kasih saran juga untuk penggunaan istilah-istilah “jargon”.

    Reply
    • Catatan. Selalu bawa notebook kemana pun kamu pergi. Jadi sewaktu ide datang, tulis saja poin-poinnya atau gambaran singkat ide yang kamu dapat. Kalau yang terbiasa mencatat di notes samartphone, buat saja notes-notes di sana. Nanti setelah kamu ada waktu menulis, kamu baca ulang notes yang kamu tulis, lalu tuangkan tulisan utuhnya ke draft novelmu.

      Istilah jargon yang bagaimana?

      Reply
  90. assalamualaikum, saya rosa dari palembang, saya dri dulu sangat suka membuat cerita2 cerpen fiksi,saya ingin bertanyaa, saat ini saya ingin membuat sebuah novel, tetapi saya bingung bagaimana mengawali cerita tersebut agar terlihat menarik .
    dan bagaimana cara agar bisa membuat sebuah cerpen menjadi sebuah novel.

    Reply
    • Pada dasarnya menulis cerpen dan menulis novel itu sama. Bedanya hanya pada cara membangun ceritanya saja. Kalau cerpen, penulis dituntut membangun cerita dengan singkat, sehingga isi cerita hanya berupa sepenggal kisah atau kisah satu jalan cerita. Sedangkan novel harus dibangun dengan cara bertahap, sehingga kisah didalamnya bisa mencakup pecahan kisah-kisah kecil hingga tuntas.

      Jadi untuk kamu yang memang terbiasa menulis cerpen, kamu bisa membuat novel dari salah satu judul cerpen yang kamu buat sebelumnya. Ceritakan lebih dalam tentang kisah tokoh dan jalan cerita di dalamnya. Buat pembagian chapter untuk memfokuskan jalan cerita dari masing-masing penggalan kisah yang ingin kamu tuangkan. Pastikan bahwa alur cerita antar chapter-chapter tersebut saling berkaitan, sehingga jalannya cerita bisa utuh ditangkap oleh pembaca.

      Reply
  91. Saya mau bertanya lagi. Berapa halaman kira kira yang pas dalam ms word untuk satu bagian (satu bab) cerita?

    Reply
    • Sebenarnya tidak ada batasan atau aturan khusus. Buat seperlunya saja, jangan terlalu banyak, jangan terlalu sedikit. Rata-rata untuk satu bab banyak yang mengambil antara 6-8 halaman. Tetapi yang lebih banyak ada, yang lebih sedikit dari itu juga ada.

      Reply
  92. Kak saya mau buat novel teenfiction kira kira konflik seperti apa yang baik? karna saya baru pertama kali menulis novel dan belum ada rencana untuk di terbitkan

    Reply
    • Banyak ide yang bisa kamu ambil, mulai dari kelainan psikologis, masalah keluarga, putus cinta, cinta segitiga, memilih cita-cita atau sekolah, dan masih banyak lagi. Intinya konflik yang kamu pilih itu akan mempengaruhi seluruh jalan cerita dari si tokoh utama dalam novelmu.

      Reply
  93. hai kak, kalau misalkan mau bikin cerita seseorang masih smp terus plotnya maju sampai anak itu udah sma gitu bisa gak? kan jaraknya lama banget gitu. kira kira bakalan nyambung gak ya. terimakasih infonya

    Reply
    • Bisa. Pakai saja “3 tahun kemudian” di bagian tengah cerita, bisa juga sejak awal cerita, atau bahkan disaat menjelang akhir cerita. Tentukan saja mana yang kira-kira kamu inginkan.

      Reply
  94. Saya aldi dari bekasi, saya pengen nanya, kira kira bikin berapa lembar ya biar bisa dikatakan novel? Minimal gituh berapa? Terus cara mnggambarkan situasi/tempat itu yg bagus gimana ya?

    Reply
    • Minimal 100 halaman MS Word dengan ukuran kertas A4 1,5 spasi.
      Yang bagus tidak terlalu panjang/bertele-tele, singkat tapi mengena. Tidak harus secara tersurat (diutarakan detail kejadiannya) tapi bisa dengan tersurat (ciri-ciri fisik yang menunjukkan keadaan tersebut). Contoh: “Bulu kuduknya berdiri, keringat mengucur deras, wajahnya mendadak pucat pasi”. Hanya dengan seperti ini pembaca sudah bisa tahu situasinya seperti apa tanpa harus dijelaskan bertele-tele.

      Reply
  95. Maaf kak, mau tanya, kalo naskah novel nya masih ditulis tangan tp dkrim ke penerbit boleh tidak..?

    Reply
    • Naskah yang dikirim harus dalam bentuk ketikan komputer. Jadi salin dulu di ms word baru dikirim ke penerbit.

      Reply
  96. Maaf, Kak
    1. Kalau mau buat novelet seri, misal dibagi dua atau tiga cerita. Lalu untuk mengakhiri setiap cerita sebelum sampai ke ending utama di buku seri terakhir, bagusnya dibuat gimana, ya?
    2. Mau buat cerita fiksi nih, tentang Spy (mata-mata). Itu genrenya fantasy atau ada genre yang lebih tepat, Kak? (Saya pikir ceritanya ini tidak cocok kalau dibilang genre misteri.)
    3. Latar tempat dalam cerita, harus memang ada tempatnya, ya? Gak bolehkah kalau cuma “Di kota ini, di negeri itu”.
    Terima kasih.

    Reply
    • 1. Kamu bisa mengakhirinya dengan ending yang menggantung. Jadi seri lanjutannya pasti akan sangat dinanti oleh pembaca seri sebelumnya.
      2. Spy (mata-mata) yang bagaimana? Itu masih terlalu umum. Kamu harus lebih spesifik. Misalkan: Mata-mata negara X menyusup ke negara Y untuk mencuri strategi perang. Tapi ditengah misi ia jatuh hati dengan puteri mahkota negara Y. Ia bimbang, apakah akan berkhianat pada negara X? Atau merelakan cintanya dan menghancurkan negara Y? – Kamu bisa ambil genre percintaan dewasa, settingnya peperangan. Begitu cara menentukan garis besar cerita yang nantinya baru bisa disimpulkan apa genrenya. Itu hanya contoh saja.
      3. Tidak harus. Kamu bisa membuat istilah lain seperti “kota harapan” atau “negeri tanpa senja”, dan lain sebagainya.

      Reply
      • 1. Ok, Ka. (y)
        2. Kisahnya tentang seorang anak 12 tahun yang direkrut sebuah organisasi/badan intelijen rahasia, yang mengawasi kegiatan politik negara. Bukan pihak oposisi, tapi badan ini punya tujuan khusus untuk membongkar kebusukan direktur badan keamanan di negara itu.
        Yang ternyata banyak berbuat melanggar hukum dan menangkap anggotanya yang sudah mengetahui hal itu.
        Sang anak sempat mengeluh dgn keadaannya. Mengapa dia yg dipilih menjalankan tugas2 berbahaya. Tapi, tak siapapun tahu, ternyata dia sedang dlm misi pembuktian ayahnya–yg dituduh berkhianat dan meninggal dlm kecelakaan pesawat saat pulang–masih hidup dan tidak bersalah.
        Waduh jadi kebongkar deh. Hihihi.. ya, itulah dia Ka.
        Meski di tengah nanti ada cerita sahabat-sahabatan dan suka-sukaan gitu.
        3. Nama kota dibuat bahasa inggris kaga apa kan, Ka? Misalnya, Hoper City, Covermoon, dll.

        Reply
        • 2. Kalau seperti ini masuknya ke genre misteri-kriminal.
          3. Boleh. Tidak masalah. Justru itu bisa memberi karakter unik dalam novelmu.

          Reply
  97. Saya shin dari gorontalo
    Kalau mengirim ke penerbit harus sampai endingnya atau bisa setengah jalan?

    Reply
    • Harus utuh, mulai dari awal sampai akhir. Kalau dikirim setengah atau beberapa bagian saja, sudah pasti ditolak.

      Reply
  98. selamat siang, saya alex. saya mau bertanya kak, itu settingan layout, font, dll untuk nulis itu di setting jenis apa yah ? terimakasih.

    Reply
    • Tergantung peraturan dari penerbitnya. Tapi secara umum untuk font biasanya Times New Roman, 12 pt, spasi baris 1,5, ukuran kertas A4.

      Reply
  99. Selamat malam ka, saya Rindi dari karawang, saya mau nanya kan saya lagi belajar nulis cerita di Wattpad, dengan konflik cerita yg lumayan banyak . Tp konflik nya selesai satu persatu kemudian konflik yg lainnya datang lagi dengan orang yg berbeda , namun setiap konflik selesai nya ngga terlalu lama. Menurut kakak bagaimana, apakah ceritanya akan membosankan atau tidak?

    Reply
    • Kalau untuk cerbung tidak, kalau untuk novel akan terlihat membosankan. Jadi sebaiknya kamu fokuskan tulisanmu untuk cerbung. Pasti seri demi serinya akan lebih menarik.

      Reply
  100. Mau nanya, kalo kita bikin cerita yang sedih gitu misalkan broken home. Itu masuk genre sad story atau apa? Dan untuk gaya penulisannya seperti apa.

    Kalo misalkan kita tiba-tiba stuck dan nggak tau harus lanjutin ceritanya kaya gimana. Solusinya apa ya? Soalnya saya itu gampang sekali bosen sama cerita yang saya bikin karna ngga punya ide buat lanjutin. Trims

    Reply
    • Masukkan ke genre slice of life (penggalan kehidupan). Jadi ceritanya hanya fokus pada broken home dan dampaknya pada emosional si tokoh utama.

      Sebelum menulis secara utuh, buat kerangka utuh yang terdiri dari poin-poin dalam setiap chapter. Kalau setiap chapter sudah dibuat inti ceritanya, pasti lebih mudah saat menjabarkannya. Selain itu kamu pasti tidak akan stuck lagi.

      Reply
  101. Maaf bang, maksdunya dibuat dalam bentuk sekuel-sekual itu gimana ya?
    juga minta bimbinga dalam pembuatan kerangka sebelemu menulis.

    Terimakasih.

    Reply
    • Sekuel adalah pembagian cerita dengan konflik yang berbeda namun masih berkaitan. Contohnya novel Harry Potter, dibagi menjadi 7 sekuel dengan judul novel yang berbeda-beda, konflik yang berbeda, namun masih terkait.

      Reply
  102. Maaf, saya mau bertanya. Cara membuat perkenalan novel yang menarik itu bagaimana ya?
    Terima kasih.

    Reply
        • 1. Bisa dengan deskripsi (misal, …rasa-rasanya dialah orang paling manis ketika tersenyum. Gigi gingsul dan lesung pipitnya sangat aku rindukan. dst.)
          2. Bisa dengan percakapan (misal, A: Rambutmu kemarin panjang, baru saja ke salon? B: Iya, sepulang dari kedai kemarin. A: Kamu cocok kalau pakai poni, kelihatan muda. Beneran nih kamu 35? Hahaha. dst.)

          Reply
  103. Selamat pagi kak mau tanya nih, aku sering banget punya ide untuk dijadikan novel, dan ide-ide itu selalu berubah setiap saat, jadi ketika ingin menulis novel jadi bingung, di otak rasanya muter-muter, trus pertanyaannya harus gimana buat mantepin ide atau tema novel kita, terimakasih. Dijawab ya (please, maksa)

    Reply
    • Tulis beberapa ide yang sudah ada di kepalamu di secarik kertas atau buku catatanmu. Beri catatan kenapa masing-masing ide menarik untuk dibuat novel. Setelah semuanya selesai, saring idemu menjadi 10 besar. Beri catatan lagi satu per satu dari kesepuluh ide tersebut, tapi kali ini catatan soal kedala apa yang membatasi kamu jika mengambil ide itu. Saring jadi 5 atau langsung 3 besar. Selanjutnya beri catatan lagi masing-masing judul tentang alasan kuat apa sehingga kamu percaya ide-ide tersebut yang terbaik. Terakhir, pilih satu yang kamu yakin kamu siap menulisnya.

      Reply
  104. Kak saya mau nanya. Kalau nulis naskahnya itu di M.word?
    Trus ukurannya itu lebih baik berapa ya? Makasih.

    Reply
  105. Malam. Saya Batiar dari Surabaya. Sebenarnya banyak yang mau saya tanyakan. Tapi satu aja dulu.

    Jadi gini. Kalau ingin jadi best seller, apakah kita harus menunggu? Misal sudah kirim naskah ke penerbit nih ya dan di terbitkan (amin) apakah detik itu juga jadi best seller atau dalam kurun waktu beberapa Bulan?

    Thank’s.

    Reply
    • Tidak otomatis. Ada kriteria khusus. Di Indonesia, novel dikatakan best seller jika penjualan novel tersebut mencapai 2000 eksemplar per bulan. Ada juga yang minimal 50.000 buku per tahun.

      Reply
  106. Malam kak..
    Aku Rizky dari Padang…
    Aku mau bertanya bagaimana cara menggabungkan 2 genre yg berbeda..trima kasih sblumny

    Reply
    • Jadikan salah satu menjadi genre utama, dan satu lagi sebagai garis besar cerita. Misalkan genre novel dewasa dengan cerita detektif (misteri) atau masih banyak yang lain.

      Reply
  107. kak saya mau tanya apakah novel yang dibuat harus memakai kata pengantar dan chapter itu semua di ketik/tulis atau emang editor nya yg buatin dan apakah novel yg kita buat itu ke dlm word ukuran kertasnya seperti buku atau editornya yg buat dan apakah urutan mulai dari kata pengantar dan seterusnya kita yg tulis atau bagaimana ?
    *maaf kalau bnyk nanya
    *makasih

    Reply
    • Untuk naskah semua kita yang menulis. Sedangkan ukuran kertas sudah ada ketentuan, untuk ketentuan standar silakan baca di kolom komentar di atas, sudah pernah dibahas.

      Reply
  108. Selamat malam. Saya ardi dari Pinrang sulsel. Sekarang ini saya sedang menulis novel bergenre thriller romance. Sanagt sulit bagi saya memadukan kedua genre ini. Sarannya apa untuk ini gan.
    Satu lagu gan saran publisher juga kalau bisa
    Makasih

    Reply
    • Buat novel thriller-romance yang menekankan sisi thrillernya, sedangkan romance nya jadikan sebagai bumbu. Misalkan seperti novelnya Dan Brown, mulai dari seri Davinci Code sampai yang terakhir Inferno.

      Kalau soal publisher tergantung selera. Tapi usahakan yang sudah punya riwayat menerbitkan novel seperti ini. Sehingga kemungkinan besar kamu bisa menerbitkannya di sana.

      Reply
  109. Saya dika dari siantar. Ada kenalan redaksi tak yg mau menerima karangan dri pemula ?

    Reply
  110. halo saya wuri saya sudah memulai untuk menulis namun saya sedikit kesulitan untuk memulai percakapan para tokoh atau dalam menceritakan ceritanya di novel tersebut, saya sudah mencoba berulang ulang kali tapi tetap saja sangat sulit melakukan nya

    Reply
    • Kamu bisa mencoba berlatih membuat percakapan terlebih dulu. Caranya dengan mengambil beberaa sampel novel yang kamu suka, pelajari bagaimana percakapan dalam novel itu dibangun. Coba tulis ulang sesuai gayamu. Jika kamu berlatih terus menerus, kamu akan mudah membuat percakapan antar tokoh dalam novel. Bukan hanya itu saja, bahkan nantinya kamu bisa menemukan gaya percakapan yang menjadi ciri khasmu sendiri.

      Reply
    • Minimal 100 halaman A4 untuk satu judul novel. Hamir semua penerbit mempersyaratkan seperti itu.

      Reply
  111. Maaf, mau nanya nih gan. Saya kan masih dalam proses mau menulis novel ini. Bisa gak kira-kira mau gabung genre Fantasy sama Sci-Fi ? Terus bagusnya pake sudut pandang orang ketiga serba tahu atau orang pertama sebagai karakter utama ? Mohon bantuan dan sarannya gan 🙂

    Reply
    • Bisa, lakukan saja.
      Kalau untuk cerita semacam itu, sebaiknya pakai sudut pandang orang ketiga.

      Reply
  112. Hi selamat pagi
    saya jamaliah .Saya dari Singapura. Saya mahu tanya kalau kita susah menulis cerita bagaimana mahu antar cerita kita dan processnya macam mana?

    Reply
    • Belajar menulis dan biasakan menulis cerita terlebih dahulu. Jika sudah lancar dan cukup mahir menulis cerita, barulah mencoba menulis novel. Untuk latihan menulis cerita, kamu bisa membaca beberapa novel atau cerpen yang kamu suka, kemudian tulis ulang dengan gaya berceritamu. Lama-lama kamu akan bisa dan terbiasa membuat cerita dengan mudah dan lancar. Setelah lancar, barulah kamu membuat cerita dengan idemu sendiri.

      Reply
  113. Kak kasih rekomenddasi, kira2 penerbit apa ya yg fokus di tema teens? Atau tema islami? yang sering menerima karya pemula

    Reply
    • Kalau untuk remaja biasanya gagasmedia, bentang, stiletto, haru, bukune, dan divapress. Kalau untuk islami biasanya gramedia, mizan, dan noura.

      Reply
  114. Permisi saya Rino dari Karawang, saya mau nanya, gmna cara ngirim novel karya kita ke penerbit? Apakah lewat pos? Atau yg lainnya? Dan gmna caranya kita tau alamat dan peraturan yg di berikan dari penerbit? Dan kalo bisa tolong jelaskan bagaimna langkah2nya?Tolong jawabannya. Terima Kasih.

    Reply
    • Silakan kunjungi website penerbit yang akan kamu kirimi naskah novel. Cari di bagian menu atau tombol navigasi “Kirim naskah” (atau yang serupa). Disana sudah tertulis lengkap mulai dari persyaratan dan tata cara pengiriman.

      Reply
      • Malem ka.. eumm sebaiknya kalo prolog itu
        Isinya perkenalan pemeran tokoh atau jangan ya.
        Terus, Riska kan nulis novel buat di publish di wattpad biar supaya banyak yang bacanya gimana ya Ka pdhl sebisa mungkin cerita nya itu di buat semenarik mungkin. Apa harus banyak promosi n ya Ka misalnya di FB,Instagram,atau yg lainnya gtu
        Satu lagi Ka kalo mau kirim naskah ceitanya ke penerbit maksudnya itu semua naskah nya dari part awal sampai ending sama sinopsisnya juga Apa gimana Ka
        Oh ya kan di atas ada jwbn Kaka naskahnya bisa di kirim dalam lembar Ms.word itu maksudnya gimana ka ??..
        Hehe maaf ka pertanyaan nya kebanyakan 🙂

        Reply
        • 1. Prolog bisa dimulai dari perkenalan atau langsung ke konflik. Pilih salah satu, jangan digabung, supaya pembaca menikmati alurnya dan tidak bingung.
          2. Promosi dan gabung di komunitas. Kamu bisa share karyamu di sosmed yang kamu punya. Sedangkan komunitas sangat membantu penulis pemula untuk berkembang, jadi tidak hanya karyamu banyak dibaca, tapi juga diberikan kritik dan saran yang membangun. Komunitas menulis banyak sekali dan bisa kamu temukan di facebook.
          3. Ya, naskah lengkap dari awal sampai akhir beserta sinopsisnya.
          4. Naskah tidak perlu dicetak diatas kertas lalu dijilid dan dikirim ke penerbit. Cukup kirim saja naskahnya dalam bentuk file Ms. Word.

          Reply
    • Mulai dari nama, karakter, dan juga kebiasaannya. Tiga unsur itu harus unik, baru bisa dikatakan tokoh itu unik.

      Reply
  115. selamay malam, saya suci diboyolali mau nanya kak kalo maubbikin novelbpercintaan kayak punnyanya pidi baihaqi yang dilan 1990 kirimnyabkemana ya terimakasih

    Reply
    • Pidi Baiq menerbitkan naskahnya di mizan dan pastel. Mungkin kamu bisa coba kirim ke penerbit tersebut.

      Reply
  116. Kak, mau nanya dong. Kan aku lagi belajar nih buat naskah yang setting nya di sekolah tapi genre nya misteri gtu, tapi tetep ada friendship sama romance nya dikit2, jadi ini campuran teenlit sama misteri. Menurut kakak pribadi, gaya bahasa nya lebih enak ngikutin genre teenlit yang gaul atau genre misteri yang kebanyakan pake kata baku ya?

    Reply
  117. Sore kak, saya seorang pemula, masih tahap belajar, maaf kak saya mau tanya perbedaan penerbit mayor sama minor apa ya? Trus kalo kita kirim naskah ke penerbit minor kemungkinan kalo naskah kita di terima bisa masuk toko buku gak?

    Trus kalo kita mau bikin novel alur maju-mundur tipsnya seperti apa kak biar menarik?

    Eeh..satu lagi, kalo mau kirim naskah itu beserta sinopsisnya kak?

    Reply
    • 1. Penerbit mayor = penerbit besar. Penerbit minor = penerbit kecil.
      2. Itu dia bedanya, kalau ppenerbit mayor penjualan lebih luas, bisa masuk toko buku seluruh indonesia. Kalau penerbit minor biasanya hanya menjual melalui pesanan, atau dijual lewat online saja.
      3. Usahakan menempatkan alur maju mundur yang tepat. Kamu harus bisa menggabungkan alurnya sedemikian rupa supaya tidak membuat bingung pembaca dan cerita tetap mengalir.
      4. Iya. Naskah utuh beserta sinopsisnya.

      Reply
        • Bisa. Istiahny menerbitkan buku melalui jalur indie (independen). Namun penerbitan sistem indie umumnya memiliki dua kendala yang mungkin cukup berat bagi penulis pemula. Pertama, seluruh atau sebagian (jika ada kerjasama dengan percetakan) biaya cetak harus ditanggung oleh penulis. Kedua, proses distribusi buku, penjualan, dan marketing seluruhnya harus dilakukan semua oleh penulis. Jadi benar-benar independen.

          Reply
    • Setiap daerah beda-beda, silakan cari info komunitas yang dekat saja, supaya bisa kopdar antar anggota. Biasanya di kopdar ada diskusi juga.

      Reply
  118. kak aku mau bantuannya dong .. kalo prolog yang lebih menariknya diperkenalkan tokohnya apa percakapan yaa?

    Reply
  119. mau tanya lagi kak,
    bagaimana dengan novel yang di angkat menjadi film ka? apakah nama penulis tetap terkait di film tersebut?

    Reply
    • Tentu saja. Biasanya ada kredit tertentu, judul film kemudian ada keterangan diangkat dari novel (nama penulis).

      Reply
  120. Maaf kak, saya masih penulis pemula. saya mau tanya nih. dalam novel fiction teenlit, bisakah diberikan capter? lalu, apakah dalam sebuah novel fiction atau non fiction. dibolehkan dalam isi novelny ada isi teks lagu dari sebuah penyanyi ataupun puisi? terimaksih. ?

    Reply
    • 1. Sebaiknya memang harus dibagi kedalam beberapa chapter, minimal satu judul novel ada 5-6 chapter supaya pembaca tahu peralihan babak-babak dalam cerita novelnya.
      2. Boleh. Tidak masalah. Banyak novel yang seperti itu. Salah satu contohnya novel 5cm.

      Reply
  121. mau tanya, saya sering ke toko buku dan lihat banyak novel yang di baca ribuan kali di wattpad. apa bagi pemula harus dari wattpad dulu.

    thanks

    Reply
    • Tidak juga. Novel yang menyeertakan keterangan “dibaca ribuan kali di wattpad” hanya sebagai strategi dagang saja. Pertama, untuk menarik pembaca baru. Kedua, untuk memfasilitasi penggemar berat dari si penulis wattpad itu, maka dibikinlah bentuk buku.

      Intinya bagi penerbit, penulis pemula yang sudah banyak fans (apalagi fans berat, yang menunggu setiap karya si penulis diupload di wattpad) sudah pasti punya daya jual yang tinggi. Terlebih lagi yang jumlah fans nya diatas ribuan. Artinya kalau dicetak, bukunya kemungkinan besar laku. Disanalah penerbit melihat celah bisnis.

      Banyak kasus seperti ini, biasanya buku seperti ini memang diukur dari kuantitas fans di sosmed dan kepopuleran di dunia nyata. Makanya tidak heran banyak penerbit yang menerbitkan buku karya artis, komika stand up comedian, selebgram, selebtwit, bahkan youtuber juga ada. Pada akhirnya jarang yang bertahan untuk terus berkarya dengan menulis, jadi bisa dibilang “aji mumpung”.

      Reply
  122. Mao tanya dong kak, kalo mao bikin novel kriminal kaya the godfather, kirimnya kepenerbit mana ya?

    Reply
    • Gramedia, Bentang, Grasindo bisa. Pilih yang kamu rasa cocok dengan selera kamu. Bisa juga dikirim satu per satu jika ditolak di salah satu penerbit.

      Reply
  123. Maaf kak, ingin bertanya sedikit.
    Dalam pembuatan novel ada yang biasanya cuman satu buku (atau biasa dibilang volume?) dan gak sedikit juga yang lebih dari satu volume. Nahh, disini saya ingin coba membuat karya novel kecil kecilan sebagai hobi.

    Apa ada batasan atau rekomendasi untuk jumlah chapter dalam setiap volume tersebut?
    Atas jawabannya diucapkan terimakasih.

    Reply
    • Ada yang satu judul satu buku, ada yang satu judul lebih dari satu buku. Untuk yang lebih dari satu buku disebut novel seri, contohnya Supernova karya Dewi Lestari.
      Kalau untuk novel kecil, disebutnya novelet, lebih panjang dari cerpen, lebih pendek dari novel. Bisa dibuat satu judul atau berseri. Bebas.
      Sedangkan untuk jumlah chapter bebas, asalkan tidak bertele-tele. Normalnya untuk satu judul novel/satu buku maksimal tidak lebih dari 20-25 chapter.

      Reply
      • Terimakasih 🙂 Sudah pernah membaca untuk Novella/Novelet yang the old man and the Sea.
        Nice work, semangat untuk kedepannya.

        Reply
        • Sebenarnya untuk The Old Man and The Sea (Lelaki Tua dan Laut) masuk ke cerpen. Tetapi untuk pilihan bacaan, karya Hemingway memang pantas dinikmati sepanjang masa. Selera yang bagus untuk mulai mengenal sastra dunia.

          Reply
  124. Assalammualaikum kak, kalau saya mau kirim novel tentang percintaan kirim ke penerbit mana yah..??

    Reply
    • Kalau percintaan hampir semuanya menerima. Tinggal percintaan seperti apa? Religi, remaja, dewasa, atau yang seperti apa. Nanti baru dicari yang paling cocok dengan kualifikasi dari penerbitnya.

      Reply
    • Cara dan langkahnya sama seperti di atas. Bedanya mungkin hanya di sudut pandang saja. Karea kamu bercerita tentang “aku” maka sudut pandangnya memakai orang pertama.

      Reply
  125. Malam ka. Nama aku rahma. Dari bogor. Ka aku mau coba nulis cerita di wattpad gitu. Klo menurut kaka. Lebih baik mengerjakan di laptop atau handphone?

    Terimakasih^•^

    Reply
    • Kalau untuk di wattpad bebas, bisa pakai laptop atau smartphone. Pilih saja yang nyaman buatmu. Selama kamu bisa terus menulis dan rajin memposting cerita, apa pun media menulisnya tidak masalah.

      Reply
  126. Bang boleh gak kalo buat novel yg menyinggung pihak lain? Seperti saya ingin menyinggung para yahudi di Israel! Apakah boleh?

    Reply
    • Sebenarnya boleh saja, tetai kalau di Indonesia mungkin akan sedikit kontroversial bahkan mungkin ditolak untuk terbit. Beda dengan di luar negeri. Bahkan novel yang seperti Davinci Code yang banyak menyinggung soal agama dan keyakinan saja bisa mega best seller.

      Reply
  127. Hay kak…
    Saya mulyadi dari Padang….
    kak apakah bisa buku diari di buat menjadi Novel….??
    “Terima kasih”

    Reply
    • Bisa. Hanya saja tidak bisa langsung diari nya dikirim sebagai naskah novel, harus dibuat naskah novel dulu baru bisa dikirim.

      Reply
  128. Permisi kak, mau nanya. Dalam pembuatan novel, boleh gak memasukan nama asli sekolah kita? Misalnya seperti SMA 1 Yogyakarta. Tolong bimbingannya, maaf masih pemula.

    Reply
    • Boleh. Tidak masalah. Kalau sekiranya ada bagian yang perlu kamu mintakan izin, mintalah pada pihak sekolah. Kalau kamu merasa tidak perlu maka tidak usah meminta izin.

      Reply
  129. Kak mau nanya, saya kan pemula, klo buat novel, tapi itu kisah ilmajinasi masa depan boleh gak? Apa bisa d terima sama penerbit?

    Reply
    • Tentu saja boleh. Genre seperti ini masuk ke fiksi fantasi dengan tema furturistik (imajinasi masa depan). biasanya novel seperti ini ada segmen pembacanya, jadi asalkan ceritanya menarik, maka jelas akan diterima oleh penerbit.

      Reply
    • Saya mau tanya, jika penulis menggunakan setting sekolah dengan nama sekolah asli namun sekolah tsb. bukan sekolah kita, apa boleh? Atau penulis harus meminta ijin dulu dari pihak sekolah tsb.? Kendalanya, penulis dan setting tempat yang ingin digunakan berada di jangkauan yang sangat jauh, misalnya penulis berada di Jakarta dan setting sekolah yang ingin digunakan berada di kota/provinsi lain sehingga tidak memungkinkan untuk meminta ijin.

      Reply
      • Kalau memang tidak bisa atau tidak memungkinkan untuk meminta izin, sebaiknya disamarkan saja. Misalkan aslinya adalah SMA 70 Jakarta, diganti menjadi SMA Perjuangan Jakarta atau bebas sesuai keinginanmu.

        Reply
    • Menampilkan ciri tokoh itu penting, selain sebagai pembeda antar tokoh (penokohan) juga sebagai daya tarik cerita. Maka dari itu, sangat penting untuk menampilkan ciri dari setiap tokoh dalam cerita novelmu.

      Ciri secara umum dibedakan menjadi 2, yakni ciri yang disampaikan secara tersurat dan tersirat.

      Tersurat artinya ditampakkan secara langsung, contoh: Ana adalah seorang gadis periang. Semua orang di tepian Moscow sangat hafal dengannya. Senyumnya yang merekah, topi merah, dan sepasang sepatu kayu selalu dipakainya sepanjang waktu. dst.

      Tersirat artinya ditampakkan secara tidak langsung, contoh: Pada pagi hari selepas subuh, hampir semua orang di pinggiran Moscow mendengar suara aneh. Sekilas suara itu seperti sepasang sepatu kayu yang dihentak-hentakkan ke jalanan. Ada yang melihat sekilas seperti bayangan gadis kecil dengan topi merah seperti darah. Mereka menyebutnya Ana.

      Reply
  130. Permisi
    Nama saya midzz dari makassar, saya punya cerita nyata yang cukup kongkrit antara cinta dan persahabatan, namun saya tidak tau harus mulai dari mana, bagaimana saya harus memulainya, oh iya minta saran untuk di jadikan bahan rujukan novel seperti apa dan genre apa

    Reply
    • Banyak yang bisa dijadikan rujukan untuk novel bertipe cinta dan persahabatan seperti ini. Dua diantaranya yang mungkin cukup banyak diminati pembaca adalah novel Refrain dan Perahu Kertas (keduanya bergenre teenlit).

      Reply
  131. Biasanya kalo penerbitan buku dan cetak novel itu harganya seperti apa??? Atau memakai patokan 100 buku atau satuan???? Dan pada umumnya berapa harganya?????

    Reply
    • Kalau untuk selfpublishing, biasanya ada patokan biaya atau harga tertentu. Masing-masing media atau platform self publishing memiliki kriteria yang berbeda-beda. Tidak ada patokan atau harga pasti.

      Reply
  132. susah susah gampang ya…sebenarnya ingin mencoba, tapi kok kayaknya butuh waktu yang panjang sekali.

    Reply
    • Menulis dan menghasilkan karya yang utuh memang memakan waktu. Ada yang singkat ada yang lama. Bahkan seorang penulis senior sekali pun bisa memakan waktu 2-3 tahun untuk membuat karya yang ia inginkan. Namun tak sedikit pula penulis emula yang berhasil menerbitkan naskah novelnya kurang dari 3 bulan, padahal ia seorang penjual bakso. Kini novelnya telah diterbitkan oleh bentang pustaka.

      Reply
    • Ada banyak sebenarnya, tetapi kebanyakan untuk genre sikologi yang bagus ya novel luar negeri. Kamu bisa mencoba membaca A Child Called “It” – Dave Pelzer, Flowers for Algernon – Daniel Keyes, The Minds of Billy Milligan – Daniel Keyes, dan Sybil: The Classic True Story of a Woman Possessed by Sixteen Personalities – Flora Rheta Schreiber

      Reply
  133. Bang, saya Andri dari Padang, untuk pengiriman novel yang genrenya fiksi ilmiah di Indonesia ini dimana bang? Soalnya, novel yang saya suka itu bukan genre romance, comedy atau horror, tapi lebih suka sci-fi, wars, advent, dan action karna saya lebih suka penulis amerika seperti Dan Brown atau Christopher Nolan yang karyanya luar biasa bagi saya.
    dan satu lagi, saya sedikit risih dengan penulis Indonesia yang kebanyakan ‘dihantui’ pengalaman sekolahnya dulu, ya terkadang saya bosan jika ceritanya hanya tentang cinta dan beberapa diantara nya saya membenci tulisan mereka dan berpikir “gaada ide lain dari pada romance yang mudah ditebak itu? comedy yang garing itu? atau horror yang mesum itu?” dan jika dibandingkan dengan tulisan American-Author lainnya, mereka dengan hebat menggabungkan semua unsur yang jarang terpikirkan oleh saya sendiri, dan mungkin pembaca lainnya.
    terima kasih sudah mau membalasnya bang 🙂

    Reply
    • Pemikiran dan selera yang bagus. Di Indonesia, novel bergenre seperti ini bisa diterbitkan di Mizan.
      Oiya, kenaa novel “percintaan” sangat banyak di Indonesia? Karena “pasar” pembaca di Indonesia sangat menyukai genre ini. Sehingga penerbit yang memang acuannya adalah neraca dagang menganggap disitulah lahan basah yang sangat menggiurkan untuk digarap. Meskipun kadang ceritanya cenderung hampir sama dan alurnya mudah ditebak. Sepanjang itu laris, maka tak jadi masalah.

      Reply
  134. selamat sore kak, saya berniat untuk mengembangkan ide pemikiran saya menjadi sebuah karya fiksi novel. nanti setelah selesai, karangan saya ini dikirim ke penerbit dalam bentuk softfile atau hardfile ya ? contoh saya berdomisili di solo tetapi penerbit berada di Jakarta. Nah, itu soal pengiriman filenya bagaimana ya kak ? tolong dijelaskan

    Reply
    • Cukup softfile saja. Dikirim melalui email yang khusus untuk alamat pengirman naskah. Silakan lihat di laman web penerbit yang ingin kamu tuju, cari bagian “kirim naskah”, lihat info lengkapnya di sana.

      Reply
  135. Saya Masda dari Bogor, mau nanya nih.
    Saya sedang membuat novel yang di adaptasi dari beberapa anime Jepang dan kisah hidup saya. kalau Kamu pernah nonton anime, di awal cerita itu sering ada dialog dari tokoh utama tentang masalah atau penyesalan yang bisa jadi penggambaran isi cerita tersebut tapi biasanya dalam bentuk kiasan atau ada juga yang seperti sedang membaca puisi. Pertanyaannya, kalau saya mau ikutin penulisan novel saya seperti yang di anime itu boleh atau tidak? apakah teknik penulisannya? apakah kekurangan atau kelebihannya?

    Anime yang saya adaptasi: Clannad, Clannad After Story, dan Boku Dake Ga Inai Matchi.

    Bisa di cek tonton dulu, kalau emang penjelasan saya kurang bisa di mengerti. Maklum, saya masih pemula.

    Reply
    • Boleh, asalkan tidak plagiat atau mengambil sebagian atau seluruh isi dalam anime tersebut. Kalau sekedar terinspirasi ide saja boleh. Jenis pembuka novel atau prolog yang seperti itu lazimnya masuk ke kelompok prolog konflik. Dimana prolog menghadirkan konflik dari si tokoh utama. Prolog seperti ini akan menghadirkan rasa penasaran pembaca sejak awal, jadi bagus untuk menarik perhatian pembaca. Jika kamu sukses mengundang rasa penasaran pembaca novelmu di awal, maka besar kemungkinan pembaca akan tertarik dengan keseluruhan isi novelmu.

      Reply
      • Hallo salam kenal.
        Saya house wife sudah hampir setengah abad. Suka baca novel harlequin alias cinta cintaan. Mencoba mulai juga menulis. Penerbit mana ya yang cocok dengan novel serial harlequin? Hanya ingin tau saja sih karena masih baru tahap belajar menulis. Terimakasih..😊

        Reply
      • Kak numpang tanya,saya itu ingin menulis novel tentang pengalaman pribadi saya.tpi saya masih terkendala/masih bingung dengan judulnya.pertanyaannya boleh atau tdk judul novelny dibuat terakhir setelah saya selesai membuat novelny?

        Reply
        • Bisa saja. Malah kebanyakan penulis memutuskan judul naskahnya setelah jadi secara utuh. Bahkan kadang ketika sampai ketangan editor masih disarankan judul baru yang lebih menarik.

          Reply
  136. hallo saya samuel araujo baru mau nulis. masih sangat pemula mau nanya nih…kalau penulisan novelnnya ttng persahabatan tapi saya mau masukin beberapa penambahan ide pribadi agar alur ceritannya lebih menarik bolehnga mohon sarannya saya dari timor leste.

    Reply
    • Tidak ada salahnya, jadi tentu saja boleh. Tinggal sesuaikan saja dengan alur ceritanya. Jangan sampai penambahannya merusak alur cerita dan membingungkan pembaca.

      Reply
  137. Semua tulisan yang ada di Omnibussenja membuka pikiran saya. Semangat menulis saya mulai membara. Seperti ada pencerahan. Terimakasih.

    Reply
    • Semangat adalah kunci dari menulis selain disiplin dan rajin memnulis cerita. Semoga bisa lekas menerbitkan naskahnya menjadi karya. 😀

      Reply
  138. Saya Alif Laela dari Cirebon dari dulu saya selalu bermimpi untuk menjadi seorang penulis, saya sebagai pemula yang belum mengerti apapun tentang dunia penulis. saya ingin menceritakan pengalaman saya sendiri yang masih berjalan juga, dan saya sudah mentukan tema dan judul, saya ingin menulis buku yang lebih mengarah untuk menginspirasi orang tetapi saya masih bingung untuk menulis masih belum mengerti apa dulu yang ingin saya tulis, saya suka nulis diary dan setiap saya nulis diary penulisannya masih dengan kata kata yang standar dan saya ingin sekali mengembangkan nulis diary saya menjadi sebuah buku atau novel untuk menginspirasi banyak orang, saya ingin belajar dengan orang orang yang sudah biasa nulis novel tetapi networking pengetahuannya saya belum luas, saya ingin meminta pencerahan dari OMNIBUSSENJA. Terimakasih ka

    Reply
    • Bacalah banyak karya sastra, entah novel, cerpen, cerbung, prosa, atau apa saja. Kemudian lihat bagaimana mereka membuatnya. Lalu belajarlah membuat cerita fiksi pertamamu sepengetahuan dan semampumu. Bisa cerpen atau cerbung. Selanjutnya posting di sosial media kepunyaanmu. Lihat reaksi teman-temanmu. Ambil kritik dan sarannya. Lalu buatlah karya keduamu lebih baik dan karya selanjutnya lebih baik lagi. Maka lama kelamaan kamu akan menjadi produktif dalam menghasilkan tulisan. Dan bukan tidak mungkin, kedepannya naskah novel pertamamu bisa diterbitkan. Kuncinya ada tiga; sering menulis cerita, disiplin, dan semangat untuk berkarya.

      Reply
  139. saya punya dua masalah disini:
    1) saya sudah menyelesaikan novel fantasy saya yang berjudul TATO
    sebelumnya saya sudah mengirimkan naskah ke mizan fantasy namun sudah setahun lebih tak ada kabar, sudah beberapa kali ditelepon bahkan pihak mizan bilang kalau novel saya belum sempat dibaca
    hingga akhirnya saya ingin mencoba menerbitkan naskah novel saya ke penerbit lain, namun sebelumnya saya ingin agar beberapa orang mengoreksi novel saya
    tapi pada tahap proofreading tersebut macet karena teman2 terdekat saya cenderung tidak hobi membaca (susah mendapatkan editor dari orang awam yang sekedar teman dekat)
    sempat kepikiran untuk mencari jasa profesional namun mahal harganya
    pada intinya saya belum mendapatkan pandangan dari orang lain tentang novel buatan saya, sehingga saya belum tahu kekurangan pada novel saya lewat kacamata pembaca
    2) saya yakin cerita saya sudah seru dan gaya bahasa saya sudah bisa diikuti pembaca, namun yang membuat saya ragu adalah tema konflik yang saya ambil tidak cocok atau bahkan cenderung dihindari penerbit Indonesia
    novel saya bercerita tentang sekelompok besar orang yang menentang Tuhan, namun sebenarnya saya tidak berniat menyinggung pihak manapun karena itulah juga saya membuat tema dunia yang bernama Varland, dunia yang saya ciptakan sendiri, dan cerita tersebut tidak berniat menyinggung agama apapun
    nah yang saya takutkan disini adalah penerbit sudah parno lebih dulu dengan tema yang saya usung, walaupun saya yakin mereka akan tahu maksud sebenarnya dari cerita saya ketika membaca pertengahan hingga akhir novel saya
    mohon berikan nasihat dan pencerahan terimakasih

    Reply
    • Memang sedikit sulit untuk penerbitkan novel fantasy yang seperti ini di Indonesia. Kebanyakan penerbit akan sangat mempertmbangkan betul aspek kontroversial dalam novel seperti ini. Jadi besar kemungkinan memang pihak penerbit belum bisa mengambil sikap terhada naskah novelmu. Anggap saja novelmu telah tertolak secara halus.

      Coba kirimkan ke penerbit lain yang mempunyai riwayat penerbitan novel fantasy. Mungkin bisa diterbitkan disana. Atau solusinya terbitkan sendiri melelui jalur indie. Tetapi sebaiknya sebelum menerbitkan secara indie, pastikan kamu sudah tahu segmen pembacamu. Jangan samai setelah terbit, novelmu justru tidak laku karena tidak punya segmen pembaca.

      Reply
  140. Halo, saya mau bertanya kak!, kalo boleh tau ,tanda yang biasanya di tempatkan di bawah paragraf2 tertentu itu namanya apa ? Misalnya dibuku supernova itu ada kayak tanda jeda berlambangkan gelombang gitu. Nah, itu gunanya untuk apa ya kak?

    Reply
    • Tanda (~) dinamakan tilde. Tilde digunakan untuk menggantikan sublema* yang terdapat dalam novel tersebut.
      *Sublema adalah kata atau frasa masukan beserta keterangan ringkas seperti kelas katanya, etimologinya dan atau lafalnya.

      Reply
  141. Maaf mau nanya. Kak, saya memang tertarik menulis buku, tapi isinya kumpulan cerpen dan prosa layaknya buku hujan matahari karya kurniawan gunadi. Atau buku – buku yang isinya terdapat beberapa judul. Untuk membuat buku atau tulisan seperti itu, cara penulisannya apakah sama dengan novel? Atau berbeda lagi. Dan kalau boleu tau, apakah ada ketentuan khusus dan bagaimana cara membuatnya menarik. Terimakasih.

    Reply
    • Kalau untuk kumpulan cerpen atau prosa tidak seperti membuat novel. Cukup disatukan saja dalam satu buku, tetapi terpisah dalam beberapa judul dan cerita yang berbeda-beda. Buku yang seperti ini disebut buku kumpulan cerpen atau antologi.

      Ada yang berisi kumpulan cerpen pilihan (contohnya “Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas Tahun …”), ada yang dibuat berdasarkan kesamaan tema (contohnya “Silent Love”), ada yang berupa kumpulan cerpen dari beberapa pengarang dijadikan satu buku (contohnya “Kupu-kupu dalam Kotak Kaca”), dan ada yang satu pengarang, satu buku, banyak judul tetapi secara acak dengan tema yang berbeda-beda (contohnya Filosofi Kopi, Rectoverso, atau Kukila)

      Reply
  142. Saya dari Subang, saya ingin bertanya kak. Jika novel saya menggunakan penulisan dengan sudut Pandang tokoh utama. Apa kah untuk sinopsis cerita juga perlu memakai sudut pandang tokoh utama? Karena sinopsis itu enaknya pakai sudut pandang penulis…

    Reply
    • Sinopsis tidak menggunakan sudut pandang. Sinopsis adalah ringkasan cerita, jadi isi cerita dalam novel mu itu secara singkat seperti apa.

      Reply
  143. sore kk mau tanya donk kalo misalnya menulis novel yang genre nya complicated apa yang harus d tulis di dalam novel tsb juga ber genre complicated mohon di bantu untuj jawaba nya kk

    Reply
    • Genre boleh mengandung beberapa jenis genre (gabungan beberaa genre). namun untuk benang merah dan garis besar cerita harus mengambil satu genre yang dijadikan genre utama. Misalkan genrenya metropop – misteri –
      percintaan. Harus dipilih salah satu yang utama, misalnya misteri dengan cerita pendukung atau konfliknya ada bumbu-bumbu percintaan dan kisah metropop nya.

      Reply
  144. Salam kenal semua, saya mau tanya:
    1. Boleh gak mengangkat cerita tentang cinta terlarang seperti ponakan yg menyukai oom nya, karna saya pernah nonton sebuah anime dan menurut saya konsep itu bagus.
    2. Saya sering malu untuk membaca kembali cerita yang saya buat, jadi setelah stuck tidak pernah saya lanjutkan padahal saya mempunyai bnyak konsep.
    3. Tolong tipsnya untuk dialog dalam novel karna saya selalu merasa dialog dan cerita sering keluar jalur.
    Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan saya.

    Reply
    • 1. Boleh saja. Asalkan tidak ada adegan yang kontroversial dalam cerita. Kalau sebatas kisah tentang perasaannya saja tidak masalah.
      2. Tidak perlu malu, kamu sudah berjuang semamumu. Barangkali kamu hanya perlu membacanya ulang, lalu memberanikan dirimu untuk melanjutkannya. Jangan khawatir hasilnya buruk, tulis saja samai selesai. Biarkan orang lain menilainya. Sudah bagus atau masih kurang.
      3. Posisikan dialog sebagai bagian penjelas dalam cerita yang tidak bisa dijelaskan dengan deskripsi. Namanya saja bagian enjelas, jadi tidak usah anjang lebar. Singkat saja, tidak usah bertele-tele dan melebar kemana-mana, yang penting bisa mendukung cerita utama.

      Reply
  145. Selamat siang min,
    mau nanya, batas maksimal halaman novel yang dikeluarkan beberapa penerbit kira-kira berapa? soalnya naskah saya masih 175 halaman dan masih pertengahan jalan cerita.

    terima kasih

    Reply
    • Secara umum biasanya maksimal 500 halaman. Selebihnya biasanya akan dibuat sekuel. Jadi nanti dicetaknya buku pertama dan buku kedua (sebagai lanjutan dari buku pertama).

      Reply
  146. Halo, salam kenal. Saya lagi coba ni mengawali menulis novel. Pertanyaan saya, apa nama tempat/kampus universitas harus disamarkan ya?
    Maksud saya, terkait dengan konsep ‘pembunuhan karakter’ tadi yang ada disebutkan diatas di komentar teman-teman.

    Reply
    • Sepanjang tidak memunculkan kontroversi, sebutkan secara jelas nama kampusnya. Sedangkan jika dalam novelmu mengandung unsur kontroversial dan ragu kalau-kalau ada masalah dikemudian hari, maka nama bisa kamu samarkan. Contohnya “Universitas negeri ternama di kota Jakarta”, “Universitas Elit di ibukota” atau “Universitas impian mertua se-Indonesia”, dst.

      Reply
  147. Hallo saya riyan saya membuat novel tentang kehidupan masa SMA saya. saya ingin membuat nya semenarik mungkin gimana cara nya hal ini saya petik dari tentang percintaan,persahabatan&kehidupan masa sekolah. masupan apa yang ingin anda kemukakan sehingga novel masa sekolah saya menarik?

    Reply
    • Novel masa sekolah sangat banyak dan biasanya mengangkat cerita yang cenderung ringan. Kalau ingin mencoba membuat novel yang bertema seerti itu dan menarik, maka kamu wajib menambahkan nilai lebih di sana. Artinya ada yang sangat kamu tonjolkan. Misalkan jokes/komedi di dalamnya, alur cerita yang berat dan menguras pikiran dan perasaan, atau mencoba menambahkan unsur fantasi yang mungkin tidak terpikirkan oleh pembaca.

      Reply
  148. Halo Om, saya lagi riset tentang cara menulis novel dan sambil mencoba menulis nih, mau tanya..apa boleh ga kita menyebutkan nama universitas yang benar-benar ada atau harus buat nama samaran? Makasih…

    Reply
    • Sebutkan saja secara terang-terangan. Tidak apa-apa. Namun perlu diingat, jangan membuat cerita yang mengundang kontroversial soal kampus tersebut. Kemungkinan akan terjadi masalah dikemudian hari. Jika ceritanya wajar-wajar saja, tidak ada suatu kontroversi, maka aman-aman saja.

      Reply
  149. Saya arkan, saya mau tanya, apakah bisa membuat novel misteri tapi latar tempatnya tidak berada seperti kenyataan tetapi latar tempatnya mengambil dari dunia novel itu sendiri?

    Reply
  150. Kak saya mau tanya.
    Saya bru ingin bljr menuliis novel kak, jd crta yg sya ambil adalh pngalaman saya kak. Bagaimana jika sya belum menaruh tokoh ke-2nya di awal cerita kak ?.

    Reply
    • Tidak masalah. Tokoh bisa dimunculkan di chapter-chapter awal atau di tengah. Namun sebaiknya jangan dimunculkan ketika mendekati chapter akhir. Sebab karakter si tokoh tidak akan kuat jika ditamilkan di akhir. Selain itu, biasanya tokoh yang ditampilkan setelah mendekati klimaks jatuhnya malah akan membuat cerita membingungkan. Jadi hidari hal-hal yang demikian itu.

      Reply
  151. Bolehkah kita menulis naskah, yang isi naskah tsb kita ambil/kita cari referensi dari novel-novel. Semisal begini:
    1. Pada pembukaan kita meniru gaya Novel A
    2. Pembukaan dialog, beserta isinya kita meniru gaya bahasa dan model permasalahan dari Novel B
    3. Tema beserta jalannya cerita dan endingnya, kita meniru Novel C dan seterusnya.
    Apakah hal tersebut sah-sah saja?
    Terimakasih saya Ifur dari Jombang

    Reply
    • Jadi begini, pada hakekatnya tidak ada novel yang memiliki cerita yang original murni. Maksudnya sebagian besar adalah daur ulang yang dimodifikasi dan ditambahkan gaya khas penulisnya. Sebagai contoh tema cerita persahabatan dan cinta segitiga, banyak yang mengambil ide cerita seperti ini, tetapi deliveri/penyampaian cerita, plot, serta latarnya berbeda. Dan itu sah-sah saja, bahkan jika endingnya atau pembukanya hamir mirip.

      Hanya saja batas meniru atau kemiripan itu diperbolehkan jika sebatas terinspirasi. Kalau sampai ceritanya sama persis, gaya bahasanya sama persis, atau bahkan plot dan latarnya sama. Itu sudah masuk kategori plagiat, bisa dipersoalkan oleh pengarang yang aslinya. Jadi sebaiknya hindari “mengkopi” cerita. Kalau pun ingin mengkopi, kopi saja idenya, lalu modifikasi sesuai dengan imajinasimu.

      Terakhir untuk gaya bahasa. Gaya bahasa sangat mencerminkan siapa yang menulis tulisan tersebut. Artinya gaya bahasa itu sudah seperti keunikan suara pada seorang penyanyi. Jadi siapa pun punya keunikan tersendiri sesuai personalitasnya. Ebiet G. Ade tentu berbeda dengan Chrisye, bahkan jika disuruh menyanyikan lagu yang sama, dan seluruh pendengar menutup mata mereka, mereka akan bisa dengan mudah mengenali dan membedakan keduanya. Sama halnya tulisan Sapardi Djoko Damono tentu saja berbeda dengan Seno Gumira Adjidarma, dan tentunya pembacanya tahu persis gaya bahasa masing-masing.

      Jadi sebisa mungkin cari dan temukan gaya bahasamu sendiri, yang membuat pembacamu kelak langsung tahu, tulisan yang ia baca adalah tulisanmu. Itulah pentingnya memiliki gaya bahasa sendiri yang unik dan beda dengan penulis lainnya.

      Reply
  152. Bang. Saya shofa dari Purbalingga.
    Saya pemula dalam menulis novel dan insha allah karya pertama saya akan saya terbitkan. Tapi saya masih suka bingung pilih kata2 dan diksi yg tepat. Apa saya perlu bantuan KBBI?

    Reply
    • Bisa juga. Banyak padanan kata yang bisa kamu ambil di sana. Sebagai contoh narahubung (kontak person), lini masa (timeline), dan seterusnya. Selain itu kamu juga bisa mengetahui EYD yang benar untuk penulisan kata yang ingin kamu gunakan, misal “silahkan” (salah) seharusnya “silakan” (benar) atau “berhembus” (salah) seharusnya “berembus” (benar), dan seterusnya.

      Reply
  153. Permisi ka, ada yang mau saya tanya nih sekalian minta saran sih, jadi pertanyaan adalah “Apa gapapa kalo saya menggunakan kata “Saya” pada saat bercerita (Narasi) tapi menggunakan kata “Gua” pada saat sang pemeran berbicara kepada temannya (Berdialog)?”

    Menurut kamu sendiri, apakah sebaiknya saya menggunakan 1 gaya bahasa saja?

    Terima kasih sebelumnya

    Reply
    • Sebaiknya pakai satu saja. Kalau sedari awal “saya”, maka sebaiknya sampai selesai memakai “saya” dan sebaliknya. Tujuannya supaya pembaca tidak bingung.

      Reply
  154. Assalamu’alaikum kak, saya Novi dari tegal. Boleh nggak sih kak kalau bikin karya tentang guru inspirator kita dengan karakter aslinya? Ditunggu ya kak, thanks.

    Reply
    • Tentu saja boleh. Andrea Hirata juga membuat novel laskar pelangi dan salah satu tokoh di dalamnya ialah Bu Halimah yang sosoknya memang ada.

      Reply
  155. Assalamualaikum … hai kak …saya punya impian ingin menulis novel, terutama yang berhubungan kisah pribadi saya ,, banyak sekali ide-ide dan rentetan kisah yang bisa dibuat cerita dipikiran saya, tapi rasanya sulit sekali untuk bisa menuangkannya kedalam sebuah tulisan, saya juga bingung harus memulainya dari mana, apa inti permasalahannya dulu yang harus saya tunjukan di awal apa atau kalimat-kalimat pembuka apa yang bisa saya gunakan.. mohon bantuannya kak .. saya ingin sekali mewujudkan impian saya ini .. terima kasih.

    Reply
    • Banyak-banyaklah membaca dulu, cari bahan bacaan yang setipe dengan apa yang ingin kamu tulis. Setidaknya lihatlah bagaimana dia membuat cerita. Setelah itu coba tulis ceritamu dengan inspirasi dari buku yang kamu baca tadi. Teruslah menulis sampai selesai, jangan hiraukan bagus tidaknya. Latih terus seerti itu, maka kamu akan bisa menulis dengan baik seiring dengan berjalannya waktu.

      Reply
  156. mau tanya ka, untuk sistem penulisan novel itu seperti apa ya???
    apakah sistem penulisannya sama seperti penulisan kaya tulis ilmiah?

    teima kasih

    Reply
  157. Assalamu alaikum kak. saya Resa dari Makassar. Saya mau tanya, apakah royalti dari sebuah novel karya penulis newbie yang sudah diterbitkan cukup menjnjikan ? saya hobi menulis tp belum pernah mengirimkan karya sy ke penerbit. Jika sekiranya cukup menjanjikan, sy mau fokus menulis saja. hehe maaf to the point parah.

    Reply
    • Jadi begini, untuk royalti sepenuhnya bergantung pada kesepakatan kontrak antara pihak penerbit dengan penulis. Umumnya untuk royalti nilainya antara 5-10% dari harga jual novel per eksemplar.

      Reply
  158. Maaf kak sebelumnya, saya mau tanya untuk cerita yang memuat kosakata sulit apakah harus dibuat footnotenya ? dan kalau iya, bagaimana formatnya ?

    Reply
    • Ya, tentu saja harus dibuat footnote-nya. Bahkan tidak hanya kosa kata sulit saja, tetapi juga untuk kosa kata yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut, seerti istilah sains, bahasa daerah, istilah asing yang kurang populer, dan seterusnya.

      Formatnya sama seperti footnote dalam karya tulis lain, misalkan makalah atau karya tulis ilmiah.
      Kosa kata yang ingin diberi footnote pada bagian kanan atasnya kata diberi angka kecil atau superscript misalkan [1], kemudian bagian margin bawah halaman diberikan penjelasan tentang kata tersebut.

      Reply
  159. saya yusril, saya ingin menulis sebuah kisah hidup dan perjalanan hidup tetapi apakah cara menulisnya itu sama ddengan novel yah? dan klau bisa sih apakah cerita itu bisa jadi novel, makasi.

    Reply
    • Bisa. Banyak di luar sana tulisan yang mengangkat kisah perjalan hidup seseorang bahkan dibuat seerti novel. Misalnya Habibi dan Ainun. Jadi tulis saja perjalanan hidupmu, mungkin saja suatu saat bisa terbit dan dinikmati banyak orang.

      Reply
  160. Permisi kak, numpang tanya. Saya ingin tahu berapa jumlah lembar novel setelah dikonversi dari Word.
    Misalnya 100 lembar word jika dijadikan novel akan jadi berapa lembar buku? Apakah 100? Ataukah 50?
    Kalau 150 = ?
    200 = ?
    Dan seterusnya kak.
    Terima kasih

    Reply
    • Tergantung layout atau tata letaknya. Setelah di layout mungkin 100 halaman A4 bisa menjadi 200-300 halaman ukuran novel.

      Reply
  161. Kalo ceritanya eksen, perjuangan hidup dan ada tentang orang tua dalaman nya, itu dikirim sama si apa yah kak? Yg harapan bakal diterbitkan

    Reply
    • Kalau genre action biasanya agak sulit menembus penerbit mayor. Tapi kamu bisa coba ke mizan, diva press, atau grasindo. Semoga bisa diterbitkan di sana.

      Reply
  162. Permisi kak saya punya pertanyaan.
    Kalo ingin menerbitkan novel,lebih baik menggunakan nama asli atau nama pena(samaran) ?
    > aturan penulisanya menggunakan EYD atau EBI ?

    Reply
    • Dua-duanya bisa. Kalau kamu PD dengan nama aslimu, pakai saja nama asli. Kalau belum begitu PD pakai nama pena juga bagus. Toh ketika karyamu bisa dinikmati pembaca, nama penulis tidaklah penting bagi pembaca. Satu hal yang mereka utamakan dan tunggu-tunggu adalah terbitan karya-karya mu yang selanjutnya.

      Reply
  163. kak, saya mau bertanya. saya ingin sekali membuat sebuah novel, tetapi karwna kekurangan saya dalam membuat kalimat yang runtut, dan mungkin masih banyak membaca uku dan belajar. apakah bisa isah yang sudah saya tulis ini diberikan kepada seorang penulis yang di dalam bukunya menceritakan kisah-kisah nyata seseorang ? lalu bagaimana cara mendapatkan seorang penulis yang mau mengangkat cerita apa yang sudah saya tulis? terimakaksih

    Reply
    • Bisa. Kamu serahkan ide dan gambaran ceritanya pada seorang “ghostwriter”. Ghost writer akan menulis naskah novel berdasarkan ceritamu lalu mencantumkan namamu sebagai penulis. Tetapi kamu akan dimintai hak royalti oleh si ghost writer itu. Pembagiannya sesuai kesepakatan di awal. Sebenarnya banyak jasa seperti ini, tetapi sebaiknya kamu menulis sendiri naskahmu.

      Kenapa begitu? Bayangkan saja, misal kesepakatan hak royalti antara kamu dengan si ghost writer 50:50. Sedangkan royaltimu dari penerbit satu buku hanya Rp 5000,- saja. Maka kamu hanya mendapatkan setengahnya. Belum lagi jika si ghost writer minta 60%, 70% atau bahkan 25%. Pasti sulit buatmu.

      Reply
  164. kak saya anam dari pati
    mau tanya kak, kalo saya sudah bikin novel tempat atau cara membukukan nya dimana y kak ?
    soal.nya saya masih belajar” kak

    Reply
    • Naskah yang sudah selesai bisa dikirimkan ke penerbit. Kalau naskahmu diterima, maka otomatis akan diterbitkan oleh penerbit tersebut dalam bentuk buku (cetakan fisik). Kalau ternyata sangat laris, mungkin juga naskahmu diterbitkan dalam bentuk digital yang dijual di appstore atau playstore oleh penerbit.

      Reply
      • untuk naskah pertama saya, lebih baik dikirim ke penerbit mayor atau indie Om ?
        Terima kasih.

        Reply
        • Coba ke mayor dulu. Kalau sudah coba setidaknya 5 kali ke penerbit berbeda, baru coba ke penerbit indie.

          Reply
  165. Kak, bgimna cara membuat alur cerita yg trdiri dari perncintaan, keluarga dan peraahabat mnyatu. Jujur, saya susah untuk menentukan topik utama dalam cerita saya. Bleh mnta sarannga

    Reply
    • Ambil salah satu bagian yang paling ingin kamu tonjolkan, selebihnya gunakan sebagai topik pembantu. Misalkan kamu ingin menonjlkan novel yang bercerita seputar persahabatan, jadikan benang merah cerita.

      Lalu gunakan latar belakang keluarga dari masing-masing tokoh untuk membuat konflik, misalkan keluarga broken home atau yatim piatu. Kemudian tambah konfliknya dari sudut pandang percintaan, seperti cinta segitiga, backstreet dengan kekasih sahabatnya, atau yang lain.

      Reply
  166. kak saya elisa,kalo kita buat novel lalu ngirim novel remaja itu ke penerbit apa ada kemungkinan untuk di terbitkan? dan kalo mau ngirim novel percintaan gitu bagusnya ngirim ke penerbit mana ya kak?

    Reply