Cara Membuat Cerpen Untuk Pemula Langkah Demi Langkah

Cara membuat cerpen bagi pemula versi omnibussenja


Membuat cerpen sejujurnya bisa dibilang susah-susah gampang. Susah, sebab dibatasi oleh jumlah kata yang lebih sedikit. Namun juga gampang karena tidak harus membutuhkan waktu yang lama. Bisa dibilang jauh lebih sederhana dibandingkan novel.

Secara umum membuat cerpen bisa di kelompokkan menjadi dua jenis berdasarkan motivasinya. Membuat cerpen untuk pribadi dan membuat cerpen untuk komersil. Sebenarnya keduanya sama saja, yang membedakan hanya target pembacanya saja.

Satu hal lagi yang perlu diingat dan dipahami. Baik cerpen pribadi maupun cerpen komersil, keduanya harus ditulis dengan baik. Tentu saja agar pembaca bisa menikmati cerita didalamnya secara utuh dan dapat meninggalkan kesan. Oleh karena itu, untuk membuat cerpen yang bagus, dibutuhkan beberapa langkah membangun cerita yang bagus pula.

Langkah-langkah ini sangat cocok dipakai baik untuk penulis senior maupun seorang pemula. Sebagai catatan, langkah ini juga sekaligus memberikan gambaran langkah demi langkah cara membuat cerpen yang bagus.

1. Memilih Tema Cerpen

Tema adalah unsur penting yang harus sudah ditetapkan sebelum membuat cerpen. Sehingga memilih tema yang tepat adalah keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar.

  • Tema yang bagus adalah tema yang spesifik, bukan sekedar ide saja.
  • Misalnya tentang seseorang gadis sebatangkara yang mengurung diri dirumahnya. Dia hanya keluar rumah setiap senja untuk menyiram bunga.
  • Pikirkan dan tulis penggalan cerita yang akan terjadi dalam cerpen. Tulis secara singkat menjadi poin-poin adegan.

2. Menciptakan Tokoh dan Penokohan

Tokoh dan penokohan dalam cerpen tidak sama dengan novel. Posisi tokoh dalam cerpen hanya sekilas pintas. Penokohannya juga tidak perlu sampai detail.

  • Buatlah tokoh yang bisa melekat diingatan pembaca. Buat juga penokohan yang unik dan sesuai dengan tema.
  • Tokoh dan penokohan yang baik akan membuat tema dan alur cerita terbangun dengan baik.
  • Hindari deskripsi penokohan yang terlalu panjang. Jika memang perlu, letakkan pada beberapa penggalan cerita.

3. Membangun Alur Cerita

Dalam membuat cerpen yang bagus, alur cerita yang dibangun haruslah jelas. Mulai dari pembukaan, konflik, puncak konflik, dan akhir cerita. Masing-masing harus punya porsi tersendiri.

  • Kalimat pembuka cerpen yang bagus dapat menarik pembacanya untuk mengikuti jalannya cerita sampai akhir. Sebaliknya, jika pembukaan kurang menarik, pembaca akan malas membacanya.
  • Kalimat pembuka bisa dimulai dengan diksi yang indah, awal konflik, gambaran umum cerita, atau bahkan latar belakang tokoh dalam cerpen.
  • Bagian konflik dan puncak konflik juga harus diperhatikan. Jangan tergesa-gesa memunculkan konflik juga memaksakan klimaks.
  • Pada bagian ini penulis harus bisa mengajak pembaca berpikir dan ikut masuk kedalam cerita. Sehingga pembaca seolah-olah seperti menjadi tokoh dalam cerpen.
  • Selanjutnya bagian penting dari cerpen adalah endingnya. Akhiri cerita dengan jelas. Hindari ending yang menggantung.
  • Intinya, ciptakan alur yang singkat, padat, jelas, dan proporsiaonal. Tidak usah bertele-tele.

4. Menghadirkan Latar

Latar atau setting dalam cerpen juga merupakan bagian yang penting. Sehingga perlu mempersiapkan latar cerita yang benar-benar hadir di hadapan pembaca. Bahkan bila perlu, ajak pembaca merasakan latar dalam cerpen.

  • Deskripsikan latar dengan baik. Gunakan diksi yang memikat.
  • Jangan terlalu berlebihan mendefinisikan setting. Justru hal itu yang membuat cerpen membosakan.

5. Buat Dialog yang Kuat

Cerpen yang baik adalah cerpen yang mempunyai kehidupan sendiri. Kehidupan tersebut terlihat dari dialog yang ada di dalamnya.

  • Gunakan kalimat efektif dan diksi yang pas.
  • Ciptakan dialog yang dapat mempengaruhi emosionalitas pembaca.
  • Hindari penggunaan dialog yang berlebihan. Sebaiknya dialog cukup diberi porsi yang kecil saja.

Artikel Berkait

16 thoughts on “Cara Membuat Cerpen Untuk Pemula Langkah Demi Langkah”

  1. muhammad siddik says:

    pagi kak, saya siddik dari palembang. sebagai seorang yang masih terbilang baru dalam dunia penulisan. saya ingin menanyakan perihal cerpen yang saya coba tulis.
    1. bagaimana cara menggambarkan penokohan yang singkat padat dan jelas sehingga tak begitu menghabiskan banyak kalimat dalam cerpen itu sendiri dan dapat mudah dicerna oleh pembaca?
    2. berapa persen kalimat yang dihabiskan untuk dialognya saja dalam sebuah cerita dari keseluruhan cerpen?

    1. omnibussenja says:

      1. Penokohan bisa diceritakan dalam dialog dan deskripsi. Tidak harus tersurat atau terang-terangan, tersirat juga boleh. Jadi prinsipnya tidak perlu mematok singkat padat, tapi jelaskan secara detail. Tidak usah sekaligus dalam satu chapter, bisa bertahap, asal masih saling berkaitan. Misalkan di cahpter pertama kita membahas fisiknya, di cahpter kedua kita bahas psikologisnya, dan seterusnya. Sesuaikan saja.

      2. Tidak adapatokan bakunya. Kebanyakan berkisar antara 40% dialog/percakapan dan 60% deskripsi. Ada juga yang 45% banding 55%, tergantung selera penulisnya dan genre ceritanya.

  2. Afiful Ikhwan says:

    Bagaimana cara membuat kerangka cerpen?

    1. omnibussenja says:

      Buat berdasarkan unsur-unsur cerpen. Bai unsur intrinsik maupun ekstrinsik. Setelah itu baru dibuat rangkaian cerita.

  3. Bagaimana cara membuat kalimat pembuka yg menarik dan bagus pada cerpen kak?
    Kadang sempat bingung kak kalau udah mau buat kalimat pembukanya, padahal ide cerita udah numpuk di otak

    1. omnibussenja says:

      Buka cerita dengan sesuatu yang menarik, misalkan konflik (pergolakan batin si tokoh utama atau antar tokoh dalam cerita). Caranya penyampaiannya boleh dengan deskripsi atau percakapan antar tokoh. Intinya ajak pembaca untuk menerka, berpikir, dan masuk dalam cerita yang kamu bangun sedari awal.

  4. Kak mau nanya, bisa gak kalau dalam satu judul cerpen itu terdiri dari beberapa chapter? Mohon bantuan nya ya kak.

    1. omnibussenja says:

      Sebaiknya memang satu judul terdiri dari beberapa chapter. Jangan satu chapter saja.

  5. Assalamualaikum, hy.. Saya penulis, masih pemula, mau nanya.. Bagaiman cara menyajikan tokoh, penokohan, dan latar tenpat dgn baik, spesifik, dan Luwes juga tidak boros kata2 tapi, cepat dimeengerti oleh pembaca..??? Mhn tanggapannya.. Thanks.

    1. omnibussenja says:

      Pergunakan kalimat yang spesifik, langsung ke pokok, tidak berbelit-belit. Singkat kata buatlah seefektif dan seefisien mungkin.

  6. Yos ardie says:

    Sangat menarik ulasannya..
    Saya sendiri masih buta soal tehnik menulis cerpen, novel dan yg lainnya. Saya berharap dengan sering membaca ulasan anda, saya jadi lebih ter-struktur dalam menulis dan lebih paham lagi dari segi tehniknya..Saya jadi merasa perlu untuk memperbaiki struktur cerita humor saya yg ternyata masih jauh dari “baik”..Trims dan salam kenal.

    1. omnibussenja says:

      Semoga bisa membantu terutama untuk dasar-dasar menulis cerpen. Teruslah menulis dan perbanyak membaca. Sebab dua hal tersebut adalah beberaa kunci untuk menjadi cerpenis yang handal.

  7. Hernita Sari Pratiwi says:

    Wahh, ulasannya menarik. Kebetulan aku juga lagi bikin cerpen. Kelemahanku setiap bikin cerpen, pasti endingnya ngegantung dan klimaksnya terlalu memaksa. Itulah yang kadang ngebuat temenku suka kesel sendiri baca cerpen-cerpenku. Makasih banyak ya. Semoga bermanfaat…

    1. omnibussenja says:

      Ending menggantung masih bisa dimaklumi pembaca, kalau klimaks yang seolah dipaksakan mungkin yang akan membuat pembaca kurang nyaman dengan karyamu. Tapi tidak masalah, asalkan kamu konsisten menulis, maka karyamu akan terus bertumbuh seiring berjalannya waktu dan jam terbang menulismu. Tetap semangat menulis. 🙂

  8. wah, ini dia yang saya cari. Terimakasih ilmunya. Ini benar-benar membantu saya untuk belajar lebih baik lagi.

    1. omnibussenja says:

      Semoga bisa menambah wawasan tentang sastra dan kepenulisan fiksi.:)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *